Ini Alasan Permainan Tradisional Wajib Dikenalkan ke Anak Sejak Dini
Permainan tradisional tetap berfungsi vital dalam mendukung perkembangan anak, meskipun saat ini banyak permainan daring yang mendominasi.
Psikolog anak dan keluarga Irma Gustiana menekankan pentingnya mengenalkan permainan tradisional di tengah maraknya era digital dan permainan daring.
"Perlu sekali, permainan tradisional yang real memiliki banyak manfaat untuk pengembangan motorik. Motorik anak terintegrasi dari ujung kaki hingga kepala, dan semua bagian tersebut berisi saraf yang membutuhkan pengalaman nyata," ungkap Irma kepada Health Liputan6.com di Jakarta pada Rabu (22/4/2026).
Pengalaman nyata yang dimaksud oleh Irma adalah saat anak bermain dengan menggerakkan tubuhnya dan merasakan pengalaman bermain secara langsung. Melalui permainan yang nyata, anak-anak dapat merasakan tekstur dan mendapatkan stimulasi lainnya yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Pengalaman bermain ini akan tertanam dalam memori anak dan terintegrasi ke seluruh tubuhnya.
"Oleh karena itu, permainan tradisional seharusnya dimasukkan dalam aktivitas bermain di sekolah maupun di rumah," tambahnya.
Irma juga menjelaskan bahwa jenis permainan yang dapat mendukung perkembangan anak adalah permainan yang merangsang motorik. Contoh permainan tersebut adalah lompat tali dan bola kasti, yang dapat memperkuat motorik kasar anak.
"Anak-anak yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bermain seperti itu, misalnya hanya duduk dan bermain gim terlalu lama, biasanya akan mengalami kendala dalam perkembangan. Fungsi berpikir dan fokus mereka terbatas, dan ada juga aspek-aspek motorik yang lemah," jelas Irma.
Meningkatkan Keterampilan Anak
Menurut Irma, permainan tradisional memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan anak di sekolah. Sebagai contoh, anak yang aktif bermain kasti akan melatih otot-otot tangan mereka, sehingga saat di sekolah, kemampuan menulis mereka akan meningkat dan tulisan menjadi lebih jelas dan mudah dibaca.
"Contoh main bola kasti, lempar pakai tangan, itu kan memfungsikan otot-otot di sini (tangan). Nah otot di sininya (tangan) kuat, punggungnya kuat, maka ketika dia menulis itu akan lebih bagus tulisannya, lebih rapi."
Irma juga menambahkan bahwa anak-anak di zaman sekarang cenderung memiliki keterampilan motorik halus yang kurang baik. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya akses untuk memperkuat motorik halus dan kasar, yang sering kali hanya dibatasi oleh kebiasaan scrolling-scrolling di gawai.
"Kalau anak zaman sekarang, dari pengalaman praktik ya, kebanyakan motorik halusnya tidak terlalu bagus, karena akses (memperkuat) motorik halus dan kasarnya terbatas karena cuman scrolling-scrolling (gawai)," ujarnya usai menjadi pembicara dalam talkshow bertajuk Oreo Berbagi Seru.