Tahukah Anda? Debus dan Pencak Silat Jadi Warisan, Gubernur Ajak Perkuat Pemajuan Kebudayaan Banten
Gubernur Banten Andra Soni mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi memperkuat Pemajuan Kebudayaan Banten. Pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tapi warisan yang harus dijaga bersama!
Gubernur Banten Andra Soni secara resmi membuka Pekan Kebudayaan Daerah di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang. Acara ini berlangsung pada Sabtu (11/10) malam dengan tema "Menjaga Warisan, Menguatkan Identitas Budaya".
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat Pemajuan Kebudayaan Banten. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab kolektif.
Menurutnya, Banten memiliki kekayaan budaya yang sangat luas dan beragam, mulai dari seni debus hingga batik Banten. Warisan ini mencerminkan karakter luhur masyarakat setempat.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas seni sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk menjaga kekayaan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur.
Gubernur berharap generasi muda tidak hanya bangga, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk kejujuran, tanggung jawab, dan cinta tanah air.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai alat dokumentasi dan promosi budaya daerah.
Sinergi Kolektif untuk Pelestarian Warisan Budaya
Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa Pemajuan Kebudayaan Banten memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak. Pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
"Pemajuan kebudayaan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan komunitas seni harus saling bersinergi untuk menjaga kekayaan budaya Banten," kata Andra Soni. Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah.
Banten, menurut Andra, memiliki khazanah budaya yang sangat luas dan mendalam. Contohnya meliputi debus yang sarat makna spiritual dan pencak silat sebagai warisan moral.
Selain itu, terdapat wayang golek yang penuh pesan moral, seni rampak bedug, batik Banten, serta beragam tradisi lisan. Semua ini menjadi cerminan nilai-nilai luhur masyarakat.
Generasi muda diharapkan tidak hanya sekadar bangga terhadap warisan nenek moyang mereka. Lebih dari itu, mereka harus mampu menginternalisasi nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab.
Cinta tanah air juga menjadi bagian penting yang harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah kunci agar budaya tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Transformasi Budaya di Era Digital dan Dukungan Regulasi
Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya mentransformasikan kekayaan budaya agar tetap relevan. Hal ini krusial di tengah pesatnya perubahan sosial dan teknologi saat ini.
Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu strategi utama. Teknologi dapat berfungsi sebagai sarana dokumentasi dan promosi efektif bagi Pemajuan Kebudayaan Banten.
"Kebudayaan tidak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi harus menjadi sumber inovasi dan kekuatan ekonomi masa depan," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi potensi budaya.
Budaya diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Ini sekaligus memperkuat identitas daerah di kancah yang lebih luas.
Pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah juga menjadi momentum penting untuk meneguhkan kesadaran budaya. Terlebih, Pemprov Banten telah memiliki landasan hukum yang kuat.
Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah menjadi dasar pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Pemprov Banten berkomitmen penuh.
Pemprov Banten berkomitmen memperkuat pelestarian budaya lokal. Mereka juga mendukung seniman dan komunitas budaya secara aktif.
Selain itu, integrasi nilai budaya dalam pendidikan dan ekonomi kreatif menjadi fokus utama. Ini untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi budaya di masa depan.
Meningkatkan Kesadaran dan Wadah Berekspresi Seni
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Lukman, menyampaikan harapannya. Ia berharap kegiatan pekan kebudayaan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat.
Peningkatan kesadaran ini penting terhadap pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal. Ini merupakan tujuan utama dari penyelenggaraan acara tersebut.
Lukman juga melihat momentum ini sebagai wadah yang sangat baik. Ini adalah kesempatan bagi para pelaku seni dan budaya di Banten untuk berekspresi.
"Momentum ini menjadi wadah berekspresi bagi para pelaku seni dan budaya di Banten," katanya. Ini menunjukkan dukungan terhadap kreativitas lokal.
Sumber: AntaraNews