Viral! Pendaki Bawa Sound Horeg ke Puncak Gunung Andong, Terancam Blacklist
Pengelola jalur pendakian Gunung Andong merasa kecolongan atas insiden tersebut. Pihak pengelola menyatakan sikap tegas terhadap pelaku.
Viral video di media sosial (medsos), seorang pendaki laki-laki membawa perangkat sistem suara berukuran besar atau dikenal dengan istilah 'sound horeg' saat naik Gunung Andong, Grabag, Kabupaten Magelang.
Kabar yang diunggah dalam akun Instagram@magelanghebat menunjukkan aksi pendaki tersebut memicu kecaman luas dari warganet dan komunitas pendaki karena dinilai merusak ketenangan alam serta mengganggu kenyamanan pendaki lainnya.
Pengelola jalur pendakian Gunung Andong merasa kecolongan atas insiden tersebut. Pihak pengelola menyatakan sikap tegas terhadap pelaku yang dianggap telah melanggar etika pendakian.
"Kita akan kasih imbauan kepada pelaku pendaki gunung bawa 'sound horeg' kembali melakukan aksi serupa, pihak pengelola tidak ragu untuk menjatuhkan sanksi 'blacklist'. Sanksi itu berlaku untuk mendaki di seluruh jalur Gunung Andong. Kedepannya," kata Ketua Pengelola Basecamp Pendem Gunung Andong, Marmin Udin, Jumat (24/4).
Oknum Pendaki
Berdasarkan penelusurannya, oknum pendaki itu diketahui dari bawah membawa perangkat suara yang digendong menyerupai ransel. Maka dari itu tidak terdeteksi secara detail oleh petugas saat melakukan registrasi di bawah.
"Dari bawah sudah bawa alat gendong gede. Tapi tidak dibunyikan," ungkapnya.
Usai melalui awal registrasi pendaki tersebut melanjutkan perjalanan naik tidak dibunyikan. Namun baru sampai ke puncak justru dioperasikan.
Dari informasi yang dihimpun ketika dioperasikan mengundang banyak protes dari pendaki lain yang merasa terganggu. Namun, pihak pengelola mengakui bahwa saat di puncak, tidak ada pendaki lain yang berani menegur secara langsung demi menghindari konflik fisik atau perselisihan antar sesama pendaki.
Aksi
Marmin menyebut bahwa aksi serupa ternyata tidak hanya dilakukan di Gunung Andong, melainkan diduga telah dilakukan di tiga hingga empat gunung lainnya oleh oknum yang sama.
Selain masalah sound horeg, pengelola juga sedang menertibkan penggunaan pengeras suara oleh warung-warung di puncak. Nantinya alat itu sering menggunakan alat komunikasi suara untuk memanggil pesanan pelanggan.
"Aksi itu dianggap mulai mengganggu suasana hening di gunung," jelasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan seluruh ketua basecamp di kawasan Gunung Andong, terutama dalam pertemuan rutin antar pengelola jalur pendakian.
"Kedepannya, pengawasan di pintu masuk akan diperketat guna memastikan tidak ada lagi barang bawaan yang dapat mengganggu ekosistem dan ketenangan pendakian," katanya.