Dirjen Kemenhut Ingatkan Pendaki Soal Sampah di Gunung Gede Pangrango
Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango baru saja dibuka pada 13 April lalu.
Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakkan Hukum Kementerian Kehutanan Dwi Januanto Nugroho menyoroti maraknya sampah yang berserakan di sekitar Gunung Gede Pangrango. Padahal, jalur pendakian baru saja dibuka pada 13 April 2025 lalu.
Dwi mengatakan sampah di sekitar Gunung Gede Pangrango disebabkan adanya jalur-jalur pendakian yang tidak terkontrol oleh petugas. Maka dari itu, dia menilai pengawasan mesti dilakukan secara kolaboratif.
"Problemnya adalah memang ada jalur-jalur yang memang tidak terkontrol. Dan ketika jalur-jalur tidak terkontrol itu juga menjadi pekerjaan rumah kita," kata dia setelah kegiatan kampanye cinta lingkungan serta keamanan dan keselamatan di Cihampelas, Kota Bandung, pada Selasa (28/4).
Minat Mendaki Masyarakat Meningkat
Dwi belum mengetahui secara pasti jumlah jalur ilegal di Gunung Gede Pangrango. Namun begitu, dari informasi yang diterimanya, sempat ada 3 ribuan pendaki yang diturunkan karena tak menaati aturan.
"Nanti kita coba penertiban juga jalur-jalur ilegal kalau memang diperlukan," ujar dia.
Lebih lanjut, Dwi mengingatkan bahwa meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas pendakian harus dibarengi kesadaran menjaga keselamatan dan etika berada di kawasan hutan.
Menurut Dwi, kecintaan terhadap alam harus dibuktikan melalui tindakan nyata. Pendaki tidak cukup mengagumi keindahan gunung, tetapi juga harus hadir sebagai bagian dari penjaga hutan.
Undang Vokalis Band
"Gunung bukan arena untuk menantang alam secara serampangan. Gunung adalah ruang hidup, kawasan bernilai ekologis, sekaligus tempat manusia belajar rendah hati," tegas dia.
"Mencintai gunung berarti menjaga jalurnya, membawa turun kembali sampahnya, menghormati petugasnya, mematuhi kuota dan prosedur pendakian, serta tidak melakukan aktivitas yang merusak kawasan," lanjut dia.
Adapun dalam rangka kampanye cinta lingkungan itu, Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian Kehutanan turut menggandeng mantan vokalis band Naff yakni Ady. Ady memperkenalkan lagu terbarunya yang berjudul 'Merbabu'.
"Merbabu bagi saya bukan hanya tentang pemandangan. Ada keheningan, perjalanan, rasa kecil di hadapan alam, dan pelajaran untuk lebih mencintai bumi. Saya berharap lagu ini bisa membuat orang bukan hanya ingin mendaki, tetapi juga ingin menjaga," ungkap Ady.