Viral Curhat Selebgram Nabila O'Brien Kemalingan Malah Jadi Tersangka, Mabes Polri Buka Suara
Kasus ini mencuat setelah Nabila mengunggah rekaman CCTV yang diduga berisi aksi pencurian di restoran miliknya ke media sosial.
Markas Besar (Mabes) Polri memberikan respons resmi terkait pernyataan selebgram Nabila O'Brien yang mengaku ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.
Kasus ini mencuat setelah Nabila mengunggah rekaman CCTV yang diduga berisi aksi pencurian di restoran miliknya ke media sosial.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti keluhan tersebut secara transparan.
"Yang pertama tentunya Polri berkomitmen pada semua hal yang menjadi keluhan tersebut dan kemudian akan mendalami serta menindaklanjutinya," ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Konstruksi Perkara dan Laporan Balik
Berdasarkan pendalaman awal, kepolisian menemukan adanya dua konstruksi peristiwa yang saling berkaitan dalam perkara ini.
Diketahui bahwa pihak pelapor dan terlapor sama-sama melayangkan laporan kepolisian (LP) ke Bareskrim. Meski status Nabila telah menjadi tersangka, Polri memastikan proses hukum akan tetap berjalan sesuai koridor prosedural.
"Untuk perkembangannya tentu rekan-rekan akan kami sampaikan lebih lanjut dan tentunya ini menjadi perhatian kita bersama," jelas Trunoyudo.
Terkait detail pasal yang disangkakan, pihak kepolisian belum memberikan rincian lebih lanjut karena proses penyidikan masih berlangsung.
Duduk Perkara
Sebelumnya, melalui akun Instagram @nabobrien, Nabila mengungkapkan rasa takutnya setelah lima bulan bungkam.
Ia mengaku menjadi tersangka justru setelah mencoba membela diri dengan membagikan bukti CCTV dugaan pencurian di restorannya yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
“Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara," ungkap Nabila dalam unggahan yang dikutip pada Kamis (5/3/2026).
Nabila juga membeberkan klaim mengejutkan terkait adanya tekanan untuk mengakui bukti CCTV tersebut sebagai fitnah. Bahkan, ia mengaku sempat dimintai uang dalam jumlah besar oleh pihak tertentu.
“Selama lima bulan saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah, juga saya diminta Rp 1 miliar. (Saya) sudah coba segala macam upaya untuk membela diri saya, saya benar-benar takut,” tuturnya.