Update Korban Longsor Gunung Kuda: 21 Meninggal Dunia dan Empat Orang Masih Hilang
Dandim Kabupaten Cirebon Letkol Inf M. Yusron mengatakan, proses pencarian sempat dihentikan sementara akibat adanya pergerakan tanah yang membahayakan tim.
Pencarian korban longsor di tambang galian Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, terus berlanjut. Hingga hari ke-4, Senin (2/6), dua jenazah tambahan berhasil ditemukan, sehingga total korban yang ditemukan kini mencapai 21 orang. Masih ada empat korban lainnya yang belum ditemukan.
"Total yang saat ini sudah ditemukan ada 21 jiwa," ungkap Pranata Humas Ahli BPBD Jabar, Hadi Rahmat, dalam keterangannya.
Dua korban yang berhasil dievakuasi pada Senin tersebut adalah Sudiono dan Puji. Sudiono ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB, sementara Puji ditemukan menjelang proses pencarian sore hari, tepatnya pukul 14.27 WIB.
Empat Korban Masih Dalam Pencarian
Empat korban yang belum ditemukan hingga kini adalah:
- Muniah (45), warga Desa Cikeduk, Kecamatan Depok
- Tono bin Sudirman (57), warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang
- Dedi Setiadi (47), warga Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang
- Nurakman (51), warga Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang
"Untuk kendala pencarian, banyaknya material longsoran dan dikhawatirkan terjadinya longsor susulan ketika proses evakuasi," jelas Hadi.
Proses Pencarian Terkendala Pergeseran Tanah
Sementara itu, Dandim Kabupaten Cirebon Letkol Inf M. Yusron mengatakan, proses pencarian sempat dihentikan sementara akibat adanya pergerakan tanah yang membahayakan tim.
“Kita sepakati bersama kalau memang pergeseran itu sekitar 3 cm dalam waktu tertentu dan juga dilihat secara visual masih aman tidak ada longsoran, tentunya ini masih bisa kita laksanakan pekerjaan," kata Yusron kepada wartawan di Cirebon.
Namun, berdasarkan penilaian tim Inspektur Tambang, pergeseran tanah mencapai 5 cm, ditambah dengan pergerakan tanah yang terlihat secara visual, sehingga pencarian harus dihentikan untuk sementara demi keselamatan tim.
"Namun tadi terakhir karena lonjakan intensitasnya pergeseran ini sejumlah 5 cm, tentunya ditambah lagi ada secara visual ada pergerakan tanah, tentunya ini akan cukup membahayakan bagi rekan atau tim satgas kita di dalam penanganan pencarian korban bencana," tegasnya.