Korban Tewas Longsor di Tambang C Gunung Kuda Cirebon Bertambah jadi 10 Orang, Tujuh Teridentifikasi
Identitas tujuh jenazah korban telah teridentifikasi, sementara tiga lainnya masih dalam proses.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyampaikan korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor di area tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (30/5), bertambah menjadi 10 orang. BPBD sebelumnya mendata empat orang meninggal dunia.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat mengatakan, identitas tujuh jenazah korban telah teridentifikasi, sementara tiga lainnya masih dalam proses.
"Tiga jiwa meninggal dunia belum teridentifikasi," kata Hadi, Jumat (30/5).
Identitas Korban Teridentifikasi
1. Andri 41 tahun, domisili Desa Padabeunghar Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan
2. Sukadi 48 tahun, domisili Desa Buntet Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon
3. Sanuri 47 tahun, domisili Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
4. Sukendra 51 tahun, domisili Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang Kab. Cirebon.
5. Dedi Hirmawan 45 tahun, domisili Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung.
6. Sarwah 36 tahun, domisili Kelurahan Kenanga Blok Pontas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon
7. Rusjaya 48 tahun, domisili Desa Beberan Blok Beberan, Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon.
Polisi Buka Posko Pengaduan
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni mengatakan, telah membuka posko pengaduan untuk warga yang merasa anggota keluarga mereka hilang.
Di saat bersamaan, kepolisian masih melakukan proses evakuasi terhadap para korban yang diduga masih tertimbun material longsoran tambang.
"Masih kami cari datanya, kami masih koordinasi dengan warga masyarakat, kami buka posko di dekat area menuju lokasi tambang, terkait warga masyarakat yang hilang dari rumahnya atau belum kembali. Kami masih melakukan pencarian," kata Sumarni dikonfirmasi wartawan, Jumat (30/5).