Longsor Tambang Gunung Kuda Tewaskan 17 Orang, Polisi Periksa Enam Saksi
Saksi yang diperiksa meliputi pihak pengelola tambang, sopir truk, hingga pembeli material.
Polisi memeriksa enam saksi terkait tragedi longsor maut di lokasi tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang terjadi pada Jumat (30/5). Sementara seluruh jenazah korban yang sudah teridentifikasi dipersiapkan untuk dikembalikan ke keluarga.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, saksi yang diperiksa meliputi pihak pengelola tambang, sopir truk, hingga pembeli material.
“Para saksi yang diperiksa adalah Abdul Karim selaku Ketua Kepontren Al Azhariyah, Ade Rahman selaku KTT Kepontren Al Azhariyah, Ali Hayatullah dan Kadi Ahdiyat sebagai ceker lokasi galian, serta sopir dump truk Arnadi dan Sutarjo selaku penerima atau pembeli material,” jelas Hendra, Minggu (1/6/2025).
Menurutnya, tim DVI (Disaster Victim Identification) telah berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban yang berada di RSUD Arjawinangun Cirebon. Identifikasi dilakukan berdasarkan properti, tanda medis, dan sidik jari korban.
"Rekonsiliasi dipimpin Kabiddokkes Polda Jabar bersama Direktur RSUD Arjawinangun, tim inafis, DVI, dan dokkes Polresta Cirebon, dilanjutkan pemulasaraan serta penyerahan jenazah ke pihak keluarga," ujar Hendra.
17 Korban Tewas dan 10 Kendaraan Tambang Tertimbun
Polda Jabar telah melaksanakan lima tahapan utama dalam proses penanganan korban: olah TKP, post mortem, ante mortem information retrieval, rekonsiliasi, dan debriefing.
Sementara itu, korban luka yang sebelumnya dirawat di RS Sumber Hurip dan Puskesmas Dukupuntang kini menjalani rawat jalan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, jumlah korban meninggal akibat longsor bertambah menjadi 17 orang setelah tiga jenazah ditemukan pada Sabtu (31/5).
“Jumlah korban meninggal dunia yang tercatat hingga pukul 17.45 WIB menjadi 17 jiwa,” kata Abdul Muhari.
Tiga korban terakhir yang ditemukan adalah:
- Sakira bin Jumair (40), warga Desa Cikeusal, Kecamatan Palimanan
- Sanadi bin Darya (45), warga Desa Cikeusal, Kecamatan Palimanan
- Sunadi (31), warga Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang
Selain korban jiwa, tercatat 4 alat berat ekskavator dan 7 truk ikut tertimbun material longsor.
Operasi SAR Masih Berlangsung
Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan warga telah menghentikan sementara operasi pencarian pada Sabtu sore pukul 17.45 WIB dan akan melanjutkan kembali hari ini.
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Cirebon diperkirakan cerah berawan dalam dua hari ke depan. Namun, BNPB mengimbau tim SAR dan warga sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
“Warga yang tinggal di lereng tebing dan pinggir sungai agar memantau kondisi tanah dan debit air. Bila hujan deras terjadi lebih dari dua jam, segera lakukan evakuasi mandiri,” imbau BNPB.