Evakuasi Korban Longsor Tambang Gunung Kuda Dihentikan Sementara, Ini Alasannya
Frekuensi longsor susulan sangat tinggi sejak hari pertama pencarian. Tiga kali longsor terjadi di hari pertama, dan dua kali di hari kedua.
Proses pencarian korban longsor di tambang galian C Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, harus dihentikan sementara karena terjadi lima kali longsoran susulan yang cukup besar pada Minggu (1/6).
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Yusron, menyebut penghentian evakuasi dilakukan demi keselamatan tim gabungan yang bekerja di lokasi.
“Tadi saat pelaksanaan pencarian korban ini sudah terjadi lima kali longsoran, skalanya cukup besar,” ujar Yusron di lokasi, Minggu (1/6).
Kondisi Tanah Labil, Alat Deteksi Pergerakan Tanah Diperlukan
Yusron menjelaskan, frekuensi longsor susulan sangat tinggi sejak hari pertama pencarian. Tiga kali longsor terjadi di hari pertama, dan dua kali di hari kedua.
“Kita harus ekstra hati-hati karena kondisi tanah sangat labil,” katanya.
Untuk itu, pihaknya menilai alat deteksi pergerakan tanah sangat dibutuhkan agar personel bisa lebih waspada dan mengetahui potensi longsor berikutnya.
“Tim inspektur pertambangan Kementerian ESDM memang menyarankan ada alat khusus untuk deteksi pergerakan tanah,” imbuh Yusron.
Dua Korban Kembali Ditemukan, Total 19 Orang Meninggal Dunia
Yusron menyebut, hingga hari ketiga proses pencarian, dua jenazah kembali ditemukan, sehingga total korban meninggal dunia akibat longsor di Gunung Kuda mencapai 19 orang.
“Enam korban lainnya diduga masih tertimbun longsor,” ungkapnya.
Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan saat ini bersiaga di posko utama sambil menunggu kondisi dinyatakan aman untuk melanjutkan proses evakuasi.
“Keselamatan petugas tetap menjadi prioritas. Kita bekerja butuh pengamanan yang safety,” tegas Yusron.