Korban Tewas Jadi 13 Orang, Begini Status Izin Tambang Galian C Gunung Kuda Cirebon hingga Pemilik Diperiksa Polisi
Diketahui longsor terjadi di lokasi tambang tersebut dan mengakibatkan sejumlah orang luka hingga meninggal dunia pada Jumat (30/5).
Pemilik Tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, diperiksa polisi. Diketahui longsor terjadi di lokasi tambang tersebut dan mengakibatkan sejumlah orang luka hingga meninggal dunia pada Jumat (30/5).
"Si pemilik tambang sedang kita lakukan penyelidikan dan sudah kita mintai keterangan. Sudah dibawa ke Polresta Cirebon," kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, Jumat (30/5).
Sumarni mengatakan, hasil pemeriksaan sementara terkait dokumen perizinan tambang lengkap. Kendati begitu, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan sejumlah aspek lebih lanjut.
"Izin pertambangannya berakhir di bulan November 2025. Jadi izinnya lengkap," kata Sumarni.
Metode Tambang Diduga Keliru
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, meninjau lokasi tambang galian c Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (30/5). Peninjauan ini menyusul longsor menewaskan 13 orang.
Kepala Dinas ESDM Jabar Bambang Tirtoyuliono mengatakan, terdapat kesalahan metode tambang hingga memicu terjadinya longsoran maut.
"Memang sepertinya tidak boleh terjadi, ini adalah sebuah kesalahan dalam metode penambangannya," kata Bambang di lokasi kejadian.
Dia menambahkan bahwa kelirunya metode penambangan terindikasi sebelum ada longsor. Inspektur penambangan dari ESDM Jabar dikatakan Bambang telah memberikan peringatan berkali-kali, bahkan sempat dipasang garis polisi di area tersebut.
"Kami sudah peringatkan sejak Februari lalu," ujar Bambang.
Lokasi Tambang Ditutup
Kendati perusahaan tambang masih mengantongi izin melakukan aktivitas penambangan hingga beberapa bulan ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar memastikan bakal menutup permanen tambang galian C Gunung Kuda, di Kabupaten Cirebon itu.
"Sore hari ini saya tutup sementara dan nanti mungkin malam oleh pak gubernur akan ditutup permanen," kata Bambang.
Jumlah Korban
Sementara itu, data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, per pukul 17.57 WIB, 13 korban meninggal dunia. Seorang di antaranya masih belum teridentifikasi.
"Meninggal dunia 13 jiwa, satu jiwa belum teridentifikasi," kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat, dalam keterangannya.
Selain itu, Hadi juga menyampaikan bahwa ada lima orang yang mengalami luka-luka akibat longsor tersebut. Mereka telah dievakuasi ke rumah sakit dan puskesmas terdekat.
"Luka-luka lima jiwa dibawa ke RS Sumber Hurip Kabupaten Cirebon dan Puskesmas terdekat," ata dia.
Hadi menambahkan, BPBD Jabar bersama sejumlah instansi terkait baik dari kepolisian, TNI, Basarnas, dan lain-lain saat ini masih melakukan proses evakuasi.
"Masih dilakukan proses evakuasi oleh tim SAR Gabungan,” pungkas dia.