UMKM Jerit Keluhkan Sewa Kios di Blok M Mahal, Pramono: Saya Sudah Tegur DIrut MRT
Menjawab keluhan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menegur Direktur Utama MRT Jakarta.
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjerit. Keluhkan mahalnya tarif sewa kios di Blok M.
Menjawab keluhan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menegur Direktur Utama MRT Jakarta.
"Saya sudah menegur Dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan itu kerjasamanya, maka saya minta untuk dibatalkan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/9).
Menurut Pramono, lebih baik pengelolaan kios di Blok M dilakukan langsung oleh MRT tanpa perantara. Pasalnya, saat ini, pengelolaan kios di Blok M dilakukan melalui kerja sama antara MRT Jakarta dan salah satu koperasi.
Pramono menjelaskan, dalam perjanjian kerja sama tersebut telah ditentukan batas atas dan bawah tarif sewa. Namun, Pramono menilai tarif yang dipungut justru melebihi ketentuan.
"Enggak boleh kemudian ketika masyarakat yang datang di Blok M ramai, pengelola ataupun koperasi menaikkan tarif semena-mena," ujarnya.
Pramono memastikan, keberpihakan kepada UMKM harus menjadi prioritas, terutama di tengah geliat ekonomi Jakarta yang saat ini diklaim tengah bertumbuh.
"UMKM menjadi prioritas agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik," kata Pramono.
Kawasan District Blok M ramai di akhir 2024
Sebelumnya, kawasan District Blok M yang sempat ramai pada akhir 2024 kini mulai sepi hingga beberapa gerai makanan yang awalnya ramai pengunjung memilih minggat serentak.
Salah satu pemicu hengkangnya para pedagang adalah tarif sewa kios yang melonjak tinggi.
Adapun Blok M District dikenal sebagai salah satu pusat kuliner dan gaya hidup baru di Jakarta Selatan yang berkembang pesat sejak akhir tahun lalu. Namun, lonjakan tarif sewa membuat sejumlah pelaku usaha mengeluhkan biaya operasional yang tak sebanding dengan pendapatan.