Marak Dugaan Mafia Kios di Pasar Jakarta, Ismail PKS Dorong Pemprov DKI Data Ulang Penyewa
Oknum yang menguasai beberapa kios pasar pun menyewakan kembali kios kepada pedagang lain dengan harga lebih tinggi.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ismail merespons temuan Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta soal dugaan adanya praktik penguasaan penyewaan kios pasar oleh oknum.
Oknum yang menguasai beberapa kios pasar pun menyewakan kembali kios kepada pedagang lain dengan harga lebih tinggi. Hal itu, seperti yang terjadi di Pasar Pramuka hingga Pasar Barito.
Menurut Ismail, kondisi tersebut harus segera ditangani dengan penegakan aturan yang tegas demi menjaga asas keadilan dan pemerataan bagi pedagang pasar.
Dia mendorong Perumda Pasar Jaya selaku pengelola agar mendata ulang status kepemilikan kios.
“Sehingga jelas siapa yang benar-benar pedagang atau hanya menguasai untuk disewakan kembali. Segera didata ulang terkait status pemilikan dari setiap kios yang tersedia,” kata Ismail dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (21/10).
Harga Sewa Kios Melonjak
Ismail menyayangkan penyalahgunaan kios oleh oknum tak bertanggung jawab. Pasalnya, harga sewa kios melonjak jauh di atas ketentuan resmi.
Padahal, lanjut Ismail biaya sewa kios yang telah ditetapkan Pasar Jaya relatif terjangkau bagi pedagang.
Praktik penyalahgunaan kios dengan menyewakan kembali kios-kios yang ada tersebut justru membuat harga sewa bagi pedagang kecil menjadi tidak masuk akal.
“Akibatnya, harga jadi tinggi dan tidak terjangkau pedagang asli. Ini yang harus dihindari,” ucap Ismail.
Ia menjelaskan, regulasi terkait penyewaan kios sudah ada. Ismail menilai, Pemprov DKI Jakarta hanya perlu memperkuat pengawasan dan penegakan aturan.
Adapun aturan itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2018 Pasal 9 ayat (3) huruf c, serta Perjanjian Pemakaian Tempat Usaha (PPTU) yang diteken antara pedagang dan Perumda Pasar Jaya.
“Disesuaikan dengan regulasi yang tercantum dalam akad penyewaan. Itu sudah jelas, tinggal law enforcement-nya diperkuat,” kata Ismail.