Penguatan Koperasi Jadi Agenda Besar Nasional, Menteri Koperasi dan UKM: Bung Hatta Tersenyum
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Ferry Juliantono, menegaskan penguatan koperasi adalah agenda besar nasional yang merupakan cita-cita pendiri bangsa dan bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Ferry Juliantono, menyatakan bahwa penguatan koperasi merupakan agenda besar nasional yang diamanatkan oleh para pendiri Republik Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Tanaoba Lais Manekat (TLM) di Kupang, Minggu (26/4). Ia menekankan pentingnya peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa, sesuai amanat konstitusi.
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono mengungkapkan keyakinannya bahwa semangat koperasi yang terus hidup membuat para tokoh pendiri bangsa, seperti Bung Hatta, akan merasa bangga. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) TLM Indonesia diapresiasi atas pertumbuhan positifnya, dengan aset mencapai Rp1,2 triliun. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi koperasi lain di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan seluruh Indonesia.
Pemerintah saat ini juga aktif mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Target ambisius sebanyak 83 ribu unit koperasi di seluruh Indonesia dicanangkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Koperasi ini diharapkan menjadi tulang punggung distribusi kebutuhan pokok dan penyerap hasil produksi masyarakat.
KSP TLM, Inspirasi Pertumbuhan Koperasi Nasional
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) TLM Indonesia menunjukkan kinerja yang sangat membanggakan dengan pertumbuhan aset yang signifikan. Manajer Utama KSP TLM Indonesia, Zesly N.W. Pah, melaporkan aset koperasi saat ini mencapai Rp1,2 triliun. Angka ini diproyeksikan akan meningkat menjadi Rp1,4 triliun di masa mendatang. Keberhasilan KSP TLM menjadi bukti nyata potensi besar sektor koperasi di Indonesia.
Sepanjang Tahun Buku 2025, KSP TLM berhasil menyalurkan kredit hingga Rp1,9 triliun. Penyaluran ini menjangkau sekitar 293 ribu anggota, mayoritas adalah perempuan pelaku usaha mikro. Fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan telah menjadi kunci keberhasilan koperasi ini selama 16 tahun beroperasi. Dedikasi ini selaras dengan semangat penguatan koperasi yang diusung pemerintah.
Rangkaian kegiatan Rapat Anggota Tahunan KSP TLM tidak hanya berfokus pada laporan keuangan. Berbagai agenda edukatif turut diselenggarakan, seperti pelatihan Koperasi Merah Putih dan pendampingan koperasi binaan. Pelatihan pengelolaan keuangan juga diberikan untuk meningkatkan kapasitas anggota, serta festival kuliner yang melibatkan sekitar 100 pelaku industri kecil menengah.
Peran Strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Pemerintah menempatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen vital dalam pemerataan ekonomi. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 menargetkan pembentukan 83 ribu unit koperasi ini di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi di tingkat desa.
Koperasi-koperasi ini diharapkan memiliki fungsi ganda yang strategis. Mereka akan berperan sebagai penyalur kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, koperasi juga akan menyerap hasil produksi dari masyarakat desa, memberikan nilai tambah bagi produk lokal. Ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih stabil dan inklusif.
Lebih lanjut, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai instrumen distribusi program pemerintah. Dengan demikian, bantuan dan kebijakan pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan efisien. Pemerintah juga memberikan dukungan finansial signifikan, membuka akses pembiayaan hingga Rp3 miliar per unit. Dana ini dapat digunakan untuk infrastruktur pendukung seperti gudang, kendaraan distribusi, dan sarana lainnya.
Sumber: AntaraNews