Ekspansi Koperasi Sektor Strategis: Menteri Koperasi Dorong Koperasi Besar Ambil Peran Vital

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi-koperasi besar untuk berani melakukan ekspansi ke sektor-sektor ekonomi strategis. Langkah ini bertujuan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional melalui peran aktif **ekspansi koperasi sektor strategis**

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ekspansi Koperasi Sektor Strategis: Menteri Koperasi Dorong Koperasi Besar Ambil Peran Vital
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi-koperasi besar untuk berani melakukan ekspansi ke sektor-sektor ekonomi strategis. Langkah ini bertujuan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional melalui peran aktif **ekspansi koperasi sektor strategis** (AntaraNews)

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi-koperasi besar di Indonesia untuk berani melakukan ekspansi ke sektor-sektor ekonomi strategis. Dorongan ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional di tengah momentum transformasi ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo) di Surabaya.

Acara RAT Kopelindo yang berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, menjadi platform bagi Menteri Ferry untuk menyerukan pentingnya peran koperasi. Ia menekankan bahwa koperasi tidak boleh hanya berfokus pada sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil-kecilan. Sebaliknya, koperasi harus mulai melirik lini bisnis yang memiliki dampak luas bagi perekonomian.

Dengan memanfaatkan momentum transformasi ekonomi yang sedang berlangsung, koperasi diajak untuk masuk ke sektor-sektor vital. Pemerintah memastikan kesiapan dalam memberikan dukungan regulasi. Hal ini dilakukan guna meminimalisir hambatan birokrasi bagi koperasi yang ingin berinvestasi di sektor padat modal.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung kedaulatan ekonomi nasional. Ia mengajak koperasi, termasuk Kopelindo, untuk tidak hanya puas dengan pencapaian di sektor-sektor tradisional. Sebaliknya, koperasi harus berani mengambil peran lebih besar dalam sektor ekonomi strategis.

Sektor-sektor seperti energi, pangan, dan infrastruktur disebut sebagai ladang pengabdian sekaligus bisnis yang menjanjikan bagi koperasi. Ferry secara spesifik berharap koperasi dapat terlibat aktif dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas. Selain itu, pengembangan energi terbarukan dan penguatan ketahanan pangan juga menjadi fokus utama ekspansi koperasi.

Kopelindo menjadi salah satu koperasi yang didorong untuk melakukan ekspansi ini, mengingat posisinya yang kuat dalam rantai pasok global. Koperasi ini menunjukkan kinerja yang impresif dengan peningkatan aset dari Rp712 miliar menjadi Rp788 miliar. Pendapatan Kopelindo juga naik dari Rp262 miliar menjadi Rp270 miliar, serta sisa hasil usaha (SHU) meningkat dari Rp19,4 miliar menjadi Rp20,3 miliar.

Peningkatan keanggotaan Kopelindo dari 5.825 menjadi 6.040 orang juga mencerminkan kepercayaan dan potensi pertumbuhan yang signifikan. Data ini menjadi bukti konkret bahwa koperasi besar memiliki kapasitas untuk melakukan ekspansi koperasi sektor strategis dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk mendukung langkah ekspansi koperasi ke sektor-sektor strategis. Menteri Ferry memastikan bahwa dukungan regulasi akan diberikan untuk meminimalkan hambatan birokrasi. Ini penting agar koperasi dapat lebih mudah masuk dan bersaing di sektor-sektor padat modal yang membutuhkan investasi besar.

Selain dukungan regulasi, Menteri Ferry juga menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola koperasi. Ia mengapresiasi Kopelindo atas konsistensinya dalam melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu. Pelaksanaan RAT secara transparan merupakan bentuk akuntabilitas kepada anggota, yang menjadi fondasi penting bagi koperasi modern.

Modernisasi tidak hanya terbatas pada transparansi, tetapi juga pada penguatan teknologi informasi. Ferry menekankan bahwa ekspansi koperasi sektor strategis tidak akan optimal tanpa adopsi teknologi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban mutlak. Hal ini diperlukan agar koperasi mampu bersaing secara efektif dengan korporasi swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan tata kelola yang modern dan dukungan teknologi yang memadai, koperasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional. Langkah-langkah ini akan memungkinkan koperasi untuk mengelola risiko dengan lebih baik. Pada akhirnya, ini akan membuka peluang lebih luas bagi koperasi untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi