Tinggal 3 Bulan, Target Zakat Baznas Sumut Rp28 Miliar Dikejar, Gubernur Bobby Minta Percepatan!
Gubernur Sumut Bobby Nasution mendesak Baznas Sumut untuk segera mencapai target zakat Baznas Sumut sebesar Rp28 miliar hingga akhir tahun 2025, menyoroti urgensi kolaborasi dan optimalisasi potensi zakat yang masih tersisa tiga bulan.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumut untuk serius mengejar target penghimpunan zakat tahun 2025. Target tersebut ditetapkan sebesar Rp28 miliar yang harus tercapai hingga akhir Desember mendatang. Permintaan ini disampaikan usai kegiatan pendistribusian zakat di Kantor Gubernur Sumut.
Hingga bulan September 2025, Baznas Sumut baru berhasil mengumpulkan dan menyalurkan sekitar Rp7,43 miliar. Angka ini masih jauh dari target yang telah ditetapkan untuk tahun ini. Kondisi ini menyisakan waktu tiga bulan bagi Baznas untuk mengoptimalkan penghimpunan dana.
Bobby Nasution menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan potensi zakat yang besar di wilayah Sumatera Utara. Hal ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target yang ambisius tersebut.
Mendesak Pencapaian Target Rp28 Miliar
Gubernur Bobby Nasution secara tegas meminta Baznas Sumut untuk segera memenuhi target penghimpunan zakat sebesar Rp28 miliar. Permintaan ini disampaikan dalam acara pendistribusian zakat triwulan III 2025 di Medan. "Kita masih punya waktu tiga bulan lagi hingga Desember 2025," ujar Bobby.
Dari total target Rp28 miliar, realisasi penghimpunan dan penyaluran zakat hingga September 2025 baru mencapai Rp7,43 miliar. Jumlah ini menunjukkan bahwa masih ada selisih signifikan yang harus dikejar dalam waktu singkat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkomitmen mendukung Baznas.
Penyaluran zakat untuk triwulan ketiga tahun ini mencapai Rp2,5 miliar. Proses penyaluran dana zakat ini dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Sumut akan terus mendorong agar capaian ini bisa terealisasi sesuai target akhir tahun.
Kolaborasi Kunci Optimalisasi Zakat Sumut
Bobby Nasution menekankan pentingnya kolaborasi antara Baznas dengan lembaga pengumpul zakat lainnya. Lembaga seperti Lembaga Amil Zakat (LAZ), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Dompet Dhuafa diharapkan dapat bersinergi. "Saya tekankan pentingnya kolaborasi antara Baznas dan lembaga-lembaga pengumpul zakat," papar Bobby.
Kolaborasi ini dianggap sebagai kunci utama untuk mengoptimalkan potensi zakat di Sumatera Utara. Pihaknya juga terus mengimbau masyarakat Sumut untuk menunaikan zakat. Zakat merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh disepelekan dampaknya.
Gubernur Bobby menjelaskan bahwa dampak zakat sangat luar biasa, tidak hanya bagi penerima tetapi juga bagi yang menunaikannya. "Dampaknya luar biasa, bukan hanya bagi penerima, tapi juga bagi yang menunaikan," tutur Bobby. Ia mengajak masyarakat untuk membayar zakat demi membersihkan harta dan membantu sesama.
Realisasi Penyaluran dan Komitmen Baznas Sumut
Ketua Baznas Sumut, Prof Muhammad Hatta, melaporkan bahwa sejak Januari hingga September 2025, Baznas telah menyalurkan zakat sebesar Rp7,43 miliar. Dana ini telah disalurkan kepada 6.512 mustahik atau penerima zakat. Penyaluran tersebut dilakukan melalui lima program utama.
Lima program tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dakwah, dan advokasi. Prof Hatta menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. "Momentum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat," ujar Hatta.
Baznas Sumut berkomitmen untuk menjalankan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan transparan. Pengelolaan ini juga diharapkan memberikan dampak luas bagi masyarakat. "Insya Allah, kerja sama yang kuat dan niat yang tulus, zakat ini menjadi kekuatan besar," kata Hatta.
Sumber: AntaraNews