BAZNAS Banten Targetkan Rp2 Miliar dari Gebyar Zakat 2026 untuk Pemberdayaan Ekonomi
BAZNAS Provinsi Banten menargetkan penghimpunan zakat hingga Rp2 miliar melalui Gebyar Zakat 2026, dana ini akan disalurkan untuk delapan golongan asnaf dan fokus pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar Gebyar Zakat 2026 bersamaan dengan Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Raya Al-Bantani, Curug, Kota Serang. Acara ini menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan penghimpunan dana zakat di wilayah tersebut. BAZNAS Banten menargetkan dapat mengumpulkan dana sebesar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar dari kegiatan ini.
Dana zakat yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada delapan golongan (asnaf) yang berhak sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menjelaskan bahwa penyaluran ini bertujuan untuk memberikan keberkahan bagi fakir miskin, mualaf, gharimin, ibnu sabil, dan fisabilillah.
Gubernur Banten, Andra Soni, turut hadir dalam acara tersebut dan menekankan pentingnya inovasi serta kolaborasi dalam pengelolaan zakat. Ia berharap penyaluran zakat ke depan dapat lebih difokuskan pada program pemberdayaan masyarakat atau zakat produktif.
Target Ambisius dan Tren Positif Penghimpunan Zakat
BAZNAS Provinsi Banten menetapkan target ambisius untuk menghimpun dana zakat sebesar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar melalui Gebyar Zakat 2026. Target ini menunjukkan upaya berkelanjutan BAZNAS dalam memaksimalkan potensi zakat di Banten. Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, menegaskan komitmen untuk menyalurkan dana tersebut kepada delapan golongan asnaf yang berhak.
Performa penghimpunan zakat di Provinsi Banten menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, total zakat yang berhasil dihimpun mencapai Rp29,308 miliar. Dana tersebut telah disalurkan kepada 56.629 penerima manfaat di seluruh wilayah Banten.
Selain untuk pemberdayaan ekonomi, sebagian dana zakat juga dialokasikan untuk sektor pendidikan. Alokasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Banten. Langkah ini sejalan dengan visi Pemprov Banten dalam menciptakan masyarakat yang lebih berdaya saing dan sejahtera.
Optimalisasi Zakat Produktif untuk Kesejahteraan Berkelanjutan
Gubernur Banten, Andra Soni, menggarisbawahi potensi besar zakat sebagai modal usaha produktif. Ia mengajak para amil zakat untuk mengarahkan penyaluran dana pada program pemberdayaan masyarakat. Menurut Gubernur, zakat seharusnya tidak hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi penerimanya.
Andra Soni berharap penyaluran zakat dapat membuat penerima manfaat menghasilkan sesuatu secara mandiri dan terus-menerus. Hal ini penting guna meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan di Provinsi Banten. Pemprov Banten mendukung penuh upaya BAZNAS dalam mengembangkan program zakat produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra Soni didampingi istrinya, Tinawati, secara simbolis menyerahkan santunan kepada masyarakat kurang mampu dan pramukantor di lingkungan Pemprov Banten. Penyaluran bantuan ini disambut baik oleh warga, terutama menjelang hari raya.
Sumber: AntaraNews