BMD Baznas Berdayakan Pedagang Nasi Banjarmasin, Raup Omzet Rp1 Juta Per Hari

Program BMD Baznas sukses memberdayakan pedagang nasi di Banjarmasin, Rabiyatul Adawiyah, yang kini mampu meraup omzet fantastis hingga Rp1 juta per hari. Simak kisah inspiratifnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BMD Baznas Berdayakan Pedagang Nasi Banjarmasin, Raup Omzet Rp1 Juta Per Hari
Program BMD Baznas sukses memberdayakan pedagang nasi di Banjarmasin, Rabiyatul Adawiyah, yang kini mampu meraup omzet fantastis hingga Rp1 juta per hari. Simak kisah inspiratifnya! (AntaraNews)

Program Baznas Microfinance Desa (BMD) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berhasil meningkatkan omzet pedagang nasi kuning dan lontong di Banjarmasin. Pedagang bernama Rabiyatul Adawiyah kini mampu meraih pendapatan harian hingga Rp1 juta.

Rabiyatul merasakan langsung dampak positif dari bantuan pembiayaan tanpa bunga serta pendampingan intensif dari Baznas. Dukungan ini memungkinkan perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi, yang sangat menunjang perkembangan usahanya.

Peningkatan omzet ini menjadi bukti nyata pengelolaan zakat produktif Baznas yang tepat sasaran di Banjarmasin. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan di berbagai daerah.

Sebelum bergabung dengan program BMD Baznas, Rabiyatul Adawiyah hanya mampu mencatat omzet harian sekitar Rp800 ribu. Kondisi ini berubah drastis setelah ia mendapatkan dukungan dari Baznas.

Kini, omzet hariannya melonjak menjadi Rp1 juta, sebuah peningkatan yang signifikan bagi usahanya. Rabiyatul mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan pembiayaan yang diterima.

Peningkatan ini didukung oleh perbaikan fasilitas usaha dan penambahan kapasitas produksi, yang secara langsung berkontribusi pada efisiensi dan jangkauan bisnisnya. Program BMD Baznas terbukti memberikan dampak langsung pada pertumbuhan bisnis mikro di tingkat desa.

Skema pembiayaan tanpa bunga menjadi daya tarik utama bagi pedagang kecil seperti Rabiyatul. Ini memungkinkan mereka berkembang tanpa beban biaya tambahan yang memberatkan, sehingga keuntungan dapat dialokasikan untuk pengembangan usaha lebih lanjut.

Salah satu keunggulan utama Program BMD Baznas adalah skema pembiayaan yang tidak memberatkan para pelaku usaha. Program ini secara khusus tidak menerapkan bunga, melainkan hanya infak.

Rabiyatul Adawiyah secara langsung menyatakan, "Program Baznas ini membantu sekali. Tidak pakai bunga, hanya infak, dan infak itu juga membuat kita punya ruang untuk bersedekah."

Selain menyediakan modal usaha, Baznas juga aktif memberikan pendampingan intensif bagi para mustahik binaannya. Pendampingan ini bertujuan agar usaha mereka dapat berkembang secara berkelanjutan dan mandiri, mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menekankan pentingnya pengelolaan zakat produktif. Tujuannya adalah mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui dukungan yang komprehensif dan berkelanjutan.

Keberhasilan Rabiyatul menjadi contoh nyata bahwa zakat yang dikelola secara produktif dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Baznas ingin memastikan mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga tumbuh dan berkembang melalui usaha yang berkelanjutan.

Saidah Sakwan menegaskan bahwa Baznas memiliki komitmen kuat untuk terus memperluas jangkauan Program BMD. Harapannya, lebih banyak mustahik dapat meningkatkan usahanya dan mencapai kemandirian finansial.

Tujuan jangka panjang program ini adalah mentransformasi penerima manfaat zakat menjadi pemberi zakat atau muzaki, menciptakan siklus kebaikan yang berkelanjutan dalam masyarakat. Ini adalah visi besar Baznas dalam pengelolaan dana umat untuk kesejahteraan.

"Dari penerima manfaat zakat bisa menjadi pemberi zakat. Jika itu terwujud, bukan tidak mungkin Baznas dapat berkontribusi lebih besar dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia," ucap Saidah Sakwan, menyoroti dampak luas program ini terhadap pembangunan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi