Wagub Sumut Apresiasi Penyaluran Zakat Baznas Sumut Rp5,4 Miliar, Bantu Entaskan Kemiskinan
Penyaluran Zakat Baznas Sumut triwulan IV mencapai Rp5,4 miliar, diapresiasi Wagub Surya sebagai langkah efektif bantu pengentasan kemiskinan di Sumut.
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) provinsi setempat. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan Baznas menyalurkan zakat kepada para mustahik pada triwulan IV tahun 2025.
Penyaluran dana zakat tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp5,4 miliar, yang didistribusikan kepada 3.543 mustahik di seluruh wilayah Sumut. Pencapaian ini diumumkan dalam rapat koordinasi daerah Baznas se-Sumut yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumut pada Selasa, 26 November.
Wagub Surya menekankan bahwa lonjakan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah ini menjadi indikator efektivitas Baznas Sumut. Hal ini juga secara signifikan membantu upaya Pemerintah Provinsi Sumut dalam program pengentasan kemiskinan.
Peningkatan Signifikan Penyaluran Zakat Baznas Sumut
Data terbaru dari Baznas Sumut menunjukkan adanya peningkatan drastis dalam penyaluran zakat. Pada triwulan III tahun 2025, Baznas telah menyalurkan zakat senilai Rp2,5 miliar kepada 828 mustahik.
Angka tersebut melonjak tajam pada triwulan IV, di mana penyaluran mencapai Rp5,4 miliar untuk 3.543 mustahik. "Baznas menunjukkan kinerja luar biasa. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas pendistribusian Rp5,4 miliar kepada 3.543 mustahik," kata Wagub Surya.
Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan efektivitas pengelolaan zakat, tetapi juga respons Baznas terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan jumlah penduduk miskin di Sumut mencapai 1,14 juta jiwa atau 7,36 persen dari total penduduk, bantuan ini sangat krusial.
Efektivitas Baznas Sumut dalam menyalurkan dana ini menjadi harapan besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Ini juga menegaskan komitmen lembaga amil zakat tersebut dalam menjalankan amanah umat.
Peran Strategis Baznas dalam Entaskan Kemiskinan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat terbantu oleh kontribusi Baznas dalam program pengentasan kemiskinan. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif bagi masyarakat rentan, tetapi juga program produktif yang mendorong kemandirian ekonomi.
"Baznas sejalan dengan Pemprov Sumut dalam memberantas kemiskinan. Aspek konsumtif membantu masyarakat rentan, sementara aspek produktif mendorong peningkatan produktivitas dan kemandirian ekonomi," tegas Wagub Surya.
Ketua Baznas Sumut, Mohammad Hatta, melaporkan bahwa penerimaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya per 24 September 2025 telah mencapai Rp16,4 miliar. Pihaknya memperkirakan total penerimaan hingga akhir tahun ini dapat menembus angka Rp18 miliar lebih.
Hingga saat ini, Baznas Sumut telah menyalurkan total Rp13,89 miliar bagi 10.058 mustahik. Hatta juga berharap kolaborasi semua pihak dapat membantu mencapai potensi zakat Sumut sebesar Rp8,8 triliun, demi kesejahteraan masyarakat.
Dai dan Daiyah Sebagai Garda Terdepan Misi Baznas
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Surya juga menyoroti peran penting para dai dan daiyah. Mereka diharapkan dapat menjadi penyampai visi dan misi Baznas Sumut serta Pemerintah Provinsi Sumut dalam membantu masyarakat.
“Ini momentum penting bagi dai dan daiyah, karena mereka berada di garda terdepan membawa misi Baznas dan Pemprov Sumut untuk mengentaskan kemiskinan,” ucapnya.
Para dai dan daiyah memiliki jangkauan luas di tengah masyarakat, menjadikan mereka agen perubahan yang efektif. Dengan pemahaman yang mendalam tentang program Baznas, mereka dapat mengedukasi dan memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi.
Kolaborasi antara Baznas, Pemerintah Provinsi, dan para tokoh agama ini diharapkan mampu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Sumatera Utara. Ini juga untuk memastikan bahwa bantuan zakat tersalurkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews