Baznas RI Jajaki Kolaborasi Kemanusiaan dan Pendidikan dengan STACO Libya di Kancah Global
Baznas RI membuka peluang kolaborasi internasional dengan STACO Libya untuk program pemberdayaan, bantuan kemanusiaan, dan pendidikan, memperluas jangkauan Kolaborasi Baznas STACO Libya demi umat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menjajaki potensi kerja sama internasional dengan "Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation" (STACO) Libya. Peluang kolaborasi ini mencakup program pemberdayaan masyarakat hingga bantuan kemanusiaan di berbagai negara. Pertemuan ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk mengatasi isu-isu global.
Pimpinan Baznas RI, Mokhamad Mahdum, menyambut baik tawaran STACO untuk bersinergi dalam visi kemanusiaan yang lebih luas. Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada bantuan domestik, melainkan juga menyasar problematika umat Islam di berbagai belahan dunia. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi lintas negara.
Sebagai langkah awal, Baznas RI akan menindaklanjuti bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana banjir di Libya. Koordinasi akan dilakukan bersama STACO untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efektif. Diskusi lebih lanjut juga akan dilakukan untuk eksplorasi kerja sama di sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur religi.
Memperluas Jangkauan Bantuan Kemanusiaan Global
STACO secara khusus mengajak Baznas untuk terlibat dalam penanganan isu-isu umat Islam di berbagai wilayah. Kolaborasi ini mencakup pembangunan masjid di Brasil, penyaluran bantuan untuk korban banjir di Libya, serta dukungan bagi pengungsi di Sudan. Ini menunjukkan cakupan program yang sangat luas.
Mokhamad Mahdum menekankan bahwa sinergi ini penting untuk menunjukkan bahwa problematika umat tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia menegaskan, "Setiap tantangan kemanusiaan yang dihadapi oleh umat Islam di tingkat global merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut kolaborasi tanpa batas negara."
Chairman of the Board of Directors STACO, Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan, secara spesifik menyoroti penanganan pascabencana bagi pengungsi banjir Kota Derna, Libya. Pihaknya mengundang Baznas RI untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan ini. Fokus pada area bencana menunjukkan urgensi tindakan bersama.
Kolaborasi Pendidikan dan Pembangunan Infrastruktur Religi
Selain program kemanusiaan, STACO juga menawarkan kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur pendidikan. Salah satu rencana besar adalah pendirian Universitas Imam Syekh Thahir Alzawi di Libya yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun depan. Universitas ini akan dilengkapi dengan fasilitas asrama terintegrasi.
Fasilitas asrama ini dirancang untuk menyatukan komunitas pelajar Indonesia yang saat ini tersebar di berbagai wilayah Libya, seperti Tripoli dan Zliten. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan lingkungan belajar yang lebih terstruktur dan mendukung bagi mahasiswa Indonesia. Ini menunjukkan perhatian STACO terhadap pendidikan.
Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan berharap ide-ide program ini dapat berkembang menjadi proyek nyata dan konkret melalui diskusi detail. Ia mengusulkan, "penandatanganan kemitraan strategis untuk menerima mahasiswa Indonesia di Libya setiap tahunnya agar ada keberlanjutan selamanya."
Baznas RI sendiri membuka ruang diskusi lebih luas di tingkat dewan pimpinan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di sektor pendidikan. Pembangunan infrastruktur religi, seperti yang telah dilakukan STACO di berbagai negara, juga menjadi fokus perhatian. Ini menunjukkan keselarasan visi kedua organisasi.
Visi Bersama untuk Kemanusiaan Umat
Mokhamad Mahdum mengutarakan prinsip bahwa "burung yang sama akan hinggap di pohon yang sama." Ini berarti niat baik akan mempermudah kerja sama. Harapannya, sinergi ini akan menjadi teladan bagi institusi zakat dan kemanusiaan lainnya.
Mahdum menegaskan kembali bahwa masalah kemanusiaan umat Islam adalah masalah bersama yang harus diselesaikan secara kolektif. Ia menambahkan, "Masalah kemanusiaan, masalah umat Islam adalah masalah bersama, seharusnya kita bersama-sama untuk menyelesaikannya bukan sendiri-sendiri."
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan konkret, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya solidaritas global. Dengan bersatu, berbagai problematika umat dapat ditangani lebih efektif dan komprehensif. Ini adalah langkah maju dalam gerakan kemanusiaan internasional.
Sumber: AntaraNews