Tindak Kejahatan Siber di Wilayah Jawa Barat Meningkat, Ini Kasus Paling Berbahaya
Selain penipuan dan judi online, penghasutan di media sosial juga tak kalah berbahaya. Ini terjadi saat Agustus lalu.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan sepanjang tahun 2025, jumlah tindak kejahatan siber di wilayah ini tercatat meningkat signifikan.
Pada 2025, terdapat 156 kasus kejahatan siber yang ditangani Polda Jabar, melonjak dibandingkan 70 kasus pada tahun sebelumnya.
Rudi menjelaskan, sejumlah kasus yang diungkap tergolong menonjol dan berdampak luas, terkait penipuan dan judi online.
Salah satunya adalah pengungkapan jaringan SEO yang mengoptimalisasi alamat situs judi online yang diduga melibatkan jaringan terorganisasi.
Selain contoh kasus tersebut, Polda Jawa Barat juga berhasil menindak konten penghasutan dan provokasi di media sosial yang berkaitan dengan pembakaran dan perusakan fasilitas umum pada saat unjuk rasa pada Agustus 2025 lalu, termasuk Gedung DPRD Jawa Barat dan Mess MPR RI Jawa Barat.
“Kita ketahui sekarang, dengan masifnya, dengan keunggulan yang menggunakan teknologi, dengan menggunakan jari banyak peristiwa di sana. Yang paling heboh yaitu peristiwa terhasut dan penghasutan, pada akhir Agustus kemarin. Ini sangat berbahaya sekali di mana seseorang, menghasut dan beberapa orang itu yang terhasut,” katanya kepada wartawan, dikutip Selasa (30/12).
Polda Jabar juga turut menindak penyebaran konten provokasi bermuatan SARA terhadap suku Sunda dan Viking yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, oleh konten kreator Resbob alias Adimas Firdaus.
Penyelesaian Perkara
Meski demikian, tingkat penyelesaian perkara menunjukkan perkembangan positif. Data Polda Jabar mencatat persentase penyelesaian kasus mencapai 80,7 persen.
Hal ini tidak lepas dari peningkatan kompetensi penyidik serta pemanfaatan teknologi dalam proses penegakan hukum mengingat kejahatan siber bersifat lintas batas.
Rudi menegaskan, komitmen upaya dalam meningkatkan kemampuan personel di bidang digital dan memperkuat langkah penindakan untuk menjaga keamanan dunia maya bagi masyarakat.
“Kami terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” ujarnya.