Tim SAR Gunakan Drone Pantau Jurang Gunung Bulusaraung Diduga Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
pencarian hari kedua pesawat Indonesia Air Transport, pihaknya membagi lima tim. Andi Sultan menyebut tim 1 sudah dilepas oleh Danrem.
Hari kedua, Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 di puncak Gunung Bulusaraung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1). Tim SAR akan menggunakan drone untuk memantau jurang yang ada di puncak Gunung Bulusaraung.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan pencarian hari kedua pesawat Indonesia Air Transport, pihaknya membagi lima tim. Andi Sultan menyebut tim 1 sudah dilepas oleh Danrem untuk menuju puncak Gunung Bulusaraung.
"Tim ini akan menuju puncak untuk menerbangkan drone, sebagai asesment melihat dari kondisi di bawah. Karena kalau kita turun belum dipastikan apakah bisa menggunakan replik untuk mencapai dasar jurang yang kami curigai (lokasi jatuhnya pesawat IAT ATR 42-500)," ujarnya kepada wartawan di Posko Pencarian Tompobulu, Pangkep.
Serpihan Belum Dapat Dipastikan
Terkait masalah temuan serpihan, Andi Sultan masih belum bisa memastikan apakah itu milik pesawat IAT ATR 42-500 yang hilang kontak. Meski demikian, sudah ada tanda dan ciri menunjukkan serpihan tersebut merupakan pesawat.
"Nanti KNKT yang memutuskan seperti ini badan pesawat IAT yang hilang kontak atau bukan," kata dia.
Kerahkan Heli Caracal
Andi Sultan mengaku Heli Caracal milik TNI juga sudah diberangkatkan untuk melakukan penyisiran.
"Heli dari Lanud pukul 06.30 Wita sudah diterbangkan untuk melakukan penyisiran di koordinat yang sudah kami keluarkan," ucapnya.