Basarnas Serahkan Black Box Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros ke KNKT
Syafi'i berharap dengan penemuan Black Box tersebut, KNKT bisa bekerja lebih cepat untuk melakukan asesmen dan evaluasi kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500.
Basarnas menyerahkan dua alat Black Box yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR) pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Selanjutnya, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dan evakuasi korban.
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Moh Syafi'i mengatakan Black Box pesawat IAT ATR 42-500 ditemukan pada hari kelima Operasi SAR. Selanjutnya, tim SAR gabungan mengevakuasi Black Box
"Tim SAR gabungan telah menemukan part dari pesawat yang diduga adalah black box. Kemudian hari ini telah hadir bapak kepala KNKT dan sebelum saya menyampaikan pada siang hari ini, saya sudah konfirmasi bahwa, benar yang dihadapan kita ini adalah Black Box," ujarnya kepada wartawan di Kantor Basarnas Makassar, Kamis (22/1).
Syafi'i berharap dengan penemuan Black Box tersebut, KNKT bisa bekerja lebih cepat untuk melakukan asesmen dan evaluasi kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500.
Evaluasi KNKT
"Mudah-mudahan dari teman-teman yang dipimpin oleh Kepala KNKT bisa bekerja lebih cepat untuk melakukan asesmen, evaluasi terhadap kejadian kecelakaan ini. Saya Kepala Badan SAR Nasional setelah menerima black box ini dari teman-teman SAR yang di lapangan, pada kesempatan ini akan kita serahkan secara resmi kepada KNKT," tuturnya.
Lanjut Pencarian Korban
Syafi'i menegaskan sedang melakukan pencarian korban. Nantinya, temuan-temuan tubuh akan diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI).
"Terlepas dari temuan-temuan yang lain, ada potongan pesawat, dan juga ada body part dari tubuh korban akan kita serahkan kepada DVI. Seperti yang saya sampaikan, yang punya kewenangan untuk mendeklarasi terkait dengan korban adalah dari DVI," ucapnya.