Basarnas menyerahkan jenazah keempat korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transpor ATR 42-500 ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulsel, Kamis (22/1) malam. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo menyebut satu kantong jenazah berisi satu badan utuh salah satu korban kecelakaan ATR 42-500.
"Jenazah keempat saya serahkan ke Kabiddokes Polda Sulsel," ujarnya kepada wartawan di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel.
Bramantyo mengaku belum mengetahui identitas dan jenis kelamin jenazah yang diserahkan ke tim DVI. Namun, Bramantyo memastikan jenazah yang diserahkan ke tim DVI dalam kondisi utuh.
"Ini utuh. Nanti tanya Pak Haris (Kepala Biddokes Polda Sulsel)," ungkapnya.
Bramantyo mengungkapkan jenazah keempat yang diserahkan ke tim DVI tersebut sebelumnya ditemukan oleh tim SAR gabungan di bawah ekor pesawat. Ia menyebut korban tidak tersangkut di pepohonan.
"(Ditemukan) Di bawah ekor pesawat. Tidak (nyangkut di pepohonan)," bebernya.
Bramantyo mengaku rencananya lima kantong jenazah lagi akan diserahkan ke tim DVI Biddokes Polda Sulsel. Ia mengatakan saat ini lima kantong jenazah tersebut masih dalam proses evakuasi.
"Satu malam ini. Mudah-mudahan besok siang bisa tambah lima lagi mungkin," kata dia.
Bramantyo menjelaskan total sudah empat kantong jenazah telah diserahkan ke tim DVI Biddokes Polda Sulsel. Dari empat tersebut, dua sudah berhasil diidentifikasi yakni Florencia Lolita Wibisono dan Deden Maulana.
"Dua utuh dan kemarin sudah diserahkan ke keluarga (korban). Terus kemarin body part, dan sama ini. Insya Allah utuh," kata dia.
Bramantyo kembali menegaskan untuk identifikasi merupakan ranah dan tupoksi tim DVI. Sementara tim SAR gabungan bertugas untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.
"Nanti mau perempuan atau laki-laki, terus berapa persen, itu urusan Pak Haris (Kepala Biddokes Polda Sulsel) ini," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Basarnas Makassar Muh Arif Anwar mengatakan sudah ditemukan enam kantong Body Part atau bagian tubuh oleh tim SAR gabungan. Dengan ditemukannya enam kantong berisi bagian tubuh tersebut, total sudah sembilan hingga saat ini.
"Alhamdulillah pada pukul 10.06 Wita, kami mendapatkan informasi dari OSC di lapangan, bahwa telah ditemukan Body Part ada jumlah enam (kantong)," ujarnya kepada Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1).
Dengan ditemukannya enam kantong berisi bagian tubuh, Arif menyebut saat ini total sudah sembilan kantong. Sebelumnya, kata Arif, telah menyerahkan tiga kantong jenazah ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulsel.
"Kemarin kami sudah mendapatkan tiga. Di mana dua jasad yang itu (Florencia Lolita Wibisono dan Deden Maulana) dan satunya Body Part. Nah, hari ini mendapatkan enam (kantong Body Part)," ungkapnya.
Arif berharap pencarian satu kantong Body Part korban ATR 42-500 bisa segera ditemukan. Ia menyebut, pada Jumat (23/1) merupakan hari ketujuh pencarian.
"Mudah-mudahan sampai besok hari, ketujuh. Kalau kita berbicara sesuai dengan aturan sampai hari ketujuh dan kita masih mencari satu. Tinggal satu," kata dia.
"Mudah-mudahan sampai hari ini bisa mendapatkan korban," imbuhnya.
Advertisement
Arif mengatakan temuan enam kantong berisi bagian tubuh korban berada tidak jauh dari titik penemuan jenazah Deden Maulana. Ia menyebut jarak antar bagian tubuh yang ditemukan hanya radius 50 meter.
Advertisement
"Korban ini tidak berjauhan dari korban temuan satu sampai temuan enam ini rata-rata radius cuma 50 meter. Berkumpul di sana. Jadi mudah-mudahan tim rescue bisa menyisir ini dan mendapatkan satu lagi. Itu harapan kami dari Operasi ini," pungkasnya.