Tim SAR Dikerahkan ke Bulusaraung Pasca Penemuan Serpihan Pesawat ATR
Tim SAR Gabungan dikerahkan penuh ke Gunung Bulusaraung setelah penemuan serpihan pesawat ATR 42-500, memicu pencarian intensif di medan sulit. Penemuan serpihan pesawat ATR Bulusaraung ini menjadi fokus utama operasi.
Tim SAR Gabungan telah dikerahkan sepenuhnya menuju Gunung Bulusaraung, wilayah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Pengerahan ini menyusul konfirmasi penemuan serpihan pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah udara setempat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa sekitar 400-500 personel siap mendukung proses evakuasi. Sebagian besar personel telah dikerahkan langsung ke Bulusaraung untuk menyisir area kejadian dan memetakan jalur evakuasi.
Kondisi medan yang cukup berat di Bulusaraung menjadi tantangan utama bagi tim SAR. Meskipun demikian, tim telah memutuskan untuk menempuh jalur pendakian sebagai opsi terbaik untuk evakuasi, mengingat aksesnya yang lebih mudah dijangkau dibandingkan jalur lain yang lebih terjal dan berisiko.
Tim SAR Gabungan Bergerak Cepat Menuju Lokasi
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) melibatkan berbagai unsur, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Makassar, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), AirNav Indonesia, Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta dukungan aktif dari masyarakat setempat. Pengerahan tim ini dilakukan segera setelah laporan hilangnya kontak pesawat.
Andi Sultan menjelaskan bahwa tim telah memetakan jalur evakuasi secara cermat. Jalur pendakian dipilih karena dianggap paling aman dan memungkinkan, meskipun terdapat jalur lain yang lebih dekat namun memiliki risiko tinggi akibat medan yang sangat terjal.
Faktor keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi. Tim terus menghitung dengan cermat setiap risiko sebelum melaksanakan evakuasi, mengingat kondisi geografis Gunung Bulusaraung yang menantang.
Kronologi Penemuan Serpihan Pesawat ATR
Penemuan serpihan pesawat ATR 42-500 dimulai pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, melalui operasi pencarian darat dan udara. Tim Aju yang membawa drone dikerahkan pada pukul 06.15 WITA, disusul oleh tim helikopter untuk penyisiran dari udara.
Pada pukul 07.46 WITA, tim udara berhasil menemukan serpihan kecil berupa bagian jendela pesawat ATR di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT, dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Selang beberapa menit, pada pukul 07.49 WITA, informasi kembali diterima bahwa serpihan berukuran besar, diduga badan dan ekor pesawat yang terpisah, juga ditemukan.
Posisi penemuan badan pesawat berada di lereng bagian selatan Gunung Bulusaraung, tepatnya di bagian bawah lereng. Jarak lokasi temuan serpihan diperkirakan sekitar 1,5 kilometer dari titik awal pencarian. Akses menuju lokasi ini dilaporkan cukup terjal dan jauh, menambah kompleksitas operasi.
Data Pesawat dan Penumpang yang Hilang Kontak
Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui ditumpangi oleh 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Pesawat ini melayani rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Kota Makassar.
Pesawat dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, pukul 13.17 WITA, pada titik koordinat yang sama dengan lokasi penemuan serpihan. Delapan kru pesawat yang bertugas adalah Captain Andy Dahananto, Yudha Mahardika, Captain Sukardi, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. Sementara itu, tiga penumpang yang terdata adalah Deden, Ferry, dan Yoga.
Saat ini, operasi pencarian korban masih terus berlangsung. Tim SAR Gabungan berupaya maksimal untuk menemukan seluruh korban di tengah kondisi medan yang sulit dan menantang.
Sumber: AntaraNews