Basarnas Tetapkan Radius 1 Km untuk Pencarian Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) fokuskan pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung dengan radius 1 kilometer dari lokasi puing, melibatkan ratusan personel gabungan untuk menemukan seluruh korban.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Basarnas Tetapkan Radius 1 Km untuk Pencarian Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Bulusaraung Maros, memberikan petunjuk penting dalam upaya pencarian korban dan badan pesawat. (AntaraNews)

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah menetapkan radius pencarian seluas satu kilometer di sekitar puing badan pesawat ATR 42-500. Fokus utama operasi ini adalah untuk menemukan para korban pesawat yang dilaporkan hilang tersebut. Puing pesawat ditemukan di puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu pagi.

Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) ini melibatkan 376 personel gabungan dari Basarnas, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta relawan SAR lainnya. Tim gabungan ini dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi di medan pegunungan yang sulit. Mereka beroperasi di area karst dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

Wakil Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan bahwa area pencarian telah dibagi menjadi empat zona. Unit SAR darat (SRU) telah ditempatkan di setiap zona untuk mengoptimalkan upaya pencarian. Kondisi cuaca yang cepat berubah menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 saat ini dipusatkan pada area sekitar penemuan puing badan pesawat. Radius satu kilometer ini diharapkan dapat mencakup lokasi potensial keberadaan korban. Pembagian zona pencarian bertujuan untuk memastikan cakupan area yang efektif dan sistematis.

Medan karst di Gunung Bulusaraung menyajikan tantangan signifikan bagi tim SAR. Ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan kondisi geografis yang terjal memerlukan keahlian khusus. Selain itu, perubahan cuaca yang cepat dapat mempengaruhi visibilitas dan keamanan personel.

Ratusan personel gabungan bekerja tanpa henti untuk menyisir setiap sudut area pencarian. Koordinasi antara Basarnas, TNI, Polri, dan relawan menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Prioritas utama adalah menemukan seluruh korban dan memberikan bantuan secepat mungkin.

Pesawat ATR 42-500 ditemukan pada Minggu pagi, kurang dari 24 jam setelah dilaporkan hilang oleh otoritas penerbangan Sulawesi Selatan. Laporan awal hilangnya pesawat diterima sekitar pukul 13.17 WITA pada Sabtu (17 Januari), saat dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat ini membawa 11 orang, termasuk awak, berdasarkan manifes penerbangan.

Indikasi awal lokasi pesawat terdeteksi sekitar pukul 07.17 WITA setelah patroli udara menemukan puing berwarna putih. Puing tersebut terlihat di area Gunung Bulusaraung, memicu pengerahan tim darat. Penemuan ini menjadi titik terang setelah berjam-jam pencarian intensif.

Tim darat kemudian mengkonfirmasi penemuan fragmen pesawat di sisi utara puncak sekitar pukul 08.02 WITA. Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 08.09 WITA, badan pesawat berhasil ditemukan. Penemuan ini mempersempit area pencarian dan memungkinkan Basarnas untuk menetapkan radius operasi yang lebih spesifik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi