Tim SAR gabungan terus mengintensifkan operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan. Insiden ini menarik perhatian nasional karena melibatkan upaya besar dari berbagai instansi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menyatakan bahwa cuaca ekstrem menjadi hambatan utama dalam operasi ini, menyulitkan akses dan visibilitas di lokasi kejadian.
Hujan deras disertai kabut tebal menyelimuti puncak Gunung Bulusaraung, membatasi jarak pandang hanya sekitar 5 hingga 10 meter. Kondisi geografis yang terjal dan berkabut juga menambah kompleksitas misi penyelamatan ini. Meskipun demikian, tim gabungan tetap berkomitmen penuh untuk melanjutkan pencarian dan evakuasi, dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
BPBD Kota Makassar berperan aktif dalam operasi berskala nasional ini, mendukung pendirian posko pencarian, pengelolaan logistik, serta koordinasi lintas instansi. Keterlibatan ini menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menghadapi bencana kemanusiaan. Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung dengan harapan dapat segera menemukan seluruh bagian pesawat dan korban.
Advertisement
Advertisement
Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahir, melaporkan bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500. "Hujan disertai kabut tebal menyelimuti puncak Gunung Bulusaraung, dengan jarak pandang terbatas sekitar 5 hingga 10 meter," ujarnya. Medan yang terjal dan berkabut di lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung, perbatasan Pangkep dan Maros, sangat menyulitkan pergerakan tim SAR.
Keterbatasan jarak pandang dan kondisi medan yang ekstrem mengharuskan tim evakuasi menggunakan peralatan khusus mountaineering dan climbing. Permintaan tambahan peralatan seperti tali dan carabiner telah diajukan untuk menunjang proses evakuasi yang aman dan efektif. Faktor cuaca ini tidak hanya memperlambat proses pencarian tetapi juga meningkatkan risiko bagi personel yang bertugas di lapangan.
Meskipun menghadapi rintangan berat, seluruh unsur SAR gabungan tetap melanjutkan operasi dengan prioritas utama pada aspek keselamatan personel. Komitmen ini penting untuk memastikan bahwa upaya pencarian dapat berjalan optimal tanpa menambah korban. BPBD Kota Makassar terus mendukung penuh operasi SAR nasional ini, memastikan informasi yang akurat dan transparan disampaikan kepada publik melalui Posko Pencarian resmi.
Advertisement
Advertisement
Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 telah membuahkan hasil signifikan dengan penemuan sejumlah serpihan pesawat. Pada pukul 07.46 WITA, tim gabungan menemukan serpihan awal berupa bagian jendela pesawat di koordinat 04°55’48” LS dan 119°44’52” BT. Penemuan ini menjadi titik terang pertama dalam upaya pencarian yang intensif.
Beberapa menit kemudian, tepat pukul 07.49 WITA, bagian badan pesawat berukuran besar ditemukan dengan kondisi bagian atas badan pesawat terbuka. Tak lama berselang, pada pukul 07.52 WITA, tim kembali menemukan bagian ekor pesawat di sisi selatan lereng bawah Gunung Bulusaraung. Penemuan-penemuan ini memberikan petunjuk penting mengenai lokasi dan kondisi pesawat.
Sekitar pukul 08.02 WITA, SRU Aju melaporkan adanya serpihan besar lain yang terpantau melalui pemantauan udara menggunakan helikopter Caracal TNI Angkatan Udara. Menindaklanjuti temuan tersebut, SRU 3 bergerak menuju Pos 2 guna memperluas area pencarian dan pengamanan lokasi. Hingga pukul 10.23 WITA, tim gabungan kembali menemukan serpihan tambahan, sejumlah pakaian, serta potongan pesawat berukuran lebih besar di sisi utara titik koordinat utama, menunjukkan luasnya area dampak kecelakaan.
Advertisement
Advertisement
Operasi pencarian ini melibatkan sinergi kuat dari berbagai elemen tim SAR gabungan. Sebanyak enam personel Kopasgat telah berada di area puncak Gunung Bulusaraung sekitar pukul 08.22 WITA, dan pada pukul 08.35 WITA, tim tersebut dilaporkan telah berada di area badan dan ekor pesawat. Personel yang berada di puncak gunung terdiri dari unsur Kopasgat, Basarnas, BPBD Kota Makassar, relawan Bosowa, TRC Tonasa, serta unsur Kehutanan, menunjukkan kolaborasi lintas instansi yang solid.
BPBD Kota Makassar turut berperan aktif sejak hari pertama operasi, mengerahkan personel dan mendukung pendirian serta pengelolaan Posko Pencarian. Mereka juga terlibat langsung dalam proses pelaporan, pemetaan temuan, dan koordinasi lintas instansi. Keterlibatan BPBD Makassar menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung operasi SAR nasional ini.
Meskipun kondisi medan sangat menantang, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. Tim lapangan secara aktif mengajukan permintaan tambahan peralatan yang diperlukan untuk menunjang kelancaran operasi. Upaya bersama ini mencerminkan dedikasi tinggi seluruh pihak dalam menangani musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung.
Advertisement
Sumber: AntaraNews