Terinspirasi TPA Benowo, Pemkab Serang Targetkan PSEL Hasilkan Listrik dari 1.000 Ton Sampah Harian
Pemkab Serang menjadikan TPA Benowo sebagai percontohan PSEL Serang, berencana membangun fasilitas serupa untuk mengubah 1.000 ton sampah harian menjadi energi listrik dan mengatasi masalah sampah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, menjadikan Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPA) Benowo di Surabaya, Jawa Timur, sebagai percontohan utama. Langkah ini diambil dalam upaya percepatan realisasi program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang krusial. Inisiatif ini diharapkan dapat mengatasi masalah penumpukan sampah yang semakin mendesak di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, menyatakan bahwa jajaran Pemkab Serang telah melakukan kunjungan kerja langsung. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari skema Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) yang sukses beroperasi di TPA Benowo. Pengalaman berharga ini menjadi bekal penting bagi pengembangan PSEL Serang di masa depan, mengingat tantangan pengelolaan sampah yang kompleks.
TPA Benowo dipilih sebagai studi tiru karena keberhasilannya yang signifikan dalam mengelola sampah. Fasilitas tersebut mampu mengubah sampah menjadi energi listrik dengan kapasitas besar, mencapai minimal 1.000 ton setiap harinya. Keberhasilan ini menjadi inspirasi kuat bagi Pemkab Serang untuk mereplikasi model serupa di daerahnya.
Belajar dari Keberhasilan TPA Benowo
Pemilihan TPA Benowo sebagai model percontohan bukan tanpa alasan kuat. TPA ini telah membuktikan kemampuannya dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan produksi energi secara efisien. "Di TPA Benowo Kota Surabaya sudah berdiri PLTS dan sudah menghasilkan listrik dari sampah dengan minimal 1.000 ton per hari," ujar Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, menyoroti kapasitas besar yang telah tercapai.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemkab Serang untuk merealisasikan program PSEL. Program ini mendapatkan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) dan bertujuan menyelesaikan persoalan sampah yang mendesak. Pemkab Serang mendapatkan banyak informasi penting, terutama terkait skema kerja sama dengan pihak ketiga yang memungkinkan operasional PSEL berjalan optimal.
Selain itu, Pemkab Serang juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai kewajiban pemerintah daerah dalam mendukung proyek PSEL. Kewajiban tersebut adalah memastikan ketersediaan bahan baku sampah harian minimal 1.000 ton. Hal ini menjadi kunci utama keberlangsungan operasional fasilitas PSEL, yang memerlukan pasokan sampah yang stabil dan berkelanjutan.
Strategi Pemkab Serang untuk PSEL
Pemkab Serang telah merencanakan pembangunan fasilitas PSEL di Desa Angsana, Kecamatan Mancak. Proyek ini dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026. Pembangunan PSEL ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang inovatif untuk masalah sampah di Kabupaten Serang, sekaligus berkontribusi pada penyediaan energi terbarukan.
Sekda Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, menegaskan komitmen Pemkab Serang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku sampah. Pemenuhan ini mencontoh kesuksesan TPA Benowo yang membutuhkan pasokan sampah konsisten. Untuk itu, Pemkab Serang akan memperkuat infrastruktur pengangkutan sampah. "Tahun ini kita akan ada pembelian mungkin di atas 40 armada untuk melengkapi, tahun depan kita akan beli lagi," ujar Zaldi Dhuhana, menunjukkan keseriusan dalam persiapan.
Dengan strategi pengadaan armada dan pengelolaan yang terencana, Pemkab Serang optimistis kebutuhan 1.000 ton sampah per hari akan terpenuhi. "Jadi ketika PSEL-nya jadi di tahun 2028 atau 2029, kita sudah siap menyetorkan sampahnya," tambahnya, memproyeksikan kesiapan pasokan sampah. Pemenuhan ini juga dapat dicapai dengan menggabungkan potensi sampah dari wilayah aglomerasi sekitar.
Wilayah aglomerasi yang dimaksud meliputi Kabupaten Serang itu sendiri, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Integrasi pengelolaan sampah dari ketiga wilayah ini akan memastikan pasokan bahan baku yang stabil dan mencukupi untuk operasional PSEL. "Apabila ini diterapkan, ini bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Kabupaten Serang," pungkas Zaldi Dhuhana, menunjukkan harapan besar terhadap program PSEL ini sebagai solusi komprehensif.
Sumber: AntaraNews