Tahukah Anda? Unhas Dukung Penuh Mentan Berantas Mafia Pangan Demi Swasembada Pangan Nasional
Universitas Hasanuddin (Unhas) menyatakan komitmen penuh mendukung Menteri Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, termasuk memerangi mafia pangan yang menjadi tantangan utama.
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, secara tegas menyatakan komitmen penuh institusinya untuk mendukung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dukungan ini berfokus pada upaya serius dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional yang telah dicanangkan.
Pernyataan penting tersebut disampaikan oleh Prof. Jamaluddin di Makassar pada Minggu, setelah ia mendampingi Mentan Amran Sulaiman dalam kegiatan Fun Walk dan Family Gathering Dies Natalis Unhas ke-69. Ia secara khusus menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi Kementan, terutama keberadaan mafia beras dan pangan yang merugikan.
Unhas bertekad untuk mengambil peran aktif dan strategis dalam mengatasi berbagai masalah tersebut, dengan memanfaatkan keahlian akademis dan riset yang dimiliki. Langkah proaktif ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Unhas Siap Berantas Mafia Pangan dengan Pendekatan Ilmiah
Prof. Jamaluddin Jompa menjelaskan bahwa keberadaan mafia pangan merupakan salah satu hambatan paling serius dalam upaya percepatan swasembada pangan. Fenomena ini, menurutnya, membutuhkan penanganan yang berbasis bukti, sains, dan analisis mendalam.
"Masalah yang dihadapi Kementan di antaranya terkait mafia pangan yang mana hal itu berbasis evidence (bukti), sains dan analisa. Kita mendukung penuh Pak Menteri Pertanian untuk membersihkan itu," tegas Prof. Jamaluddin, menunjukkan keseriusan Unhas.
Beliau sangat menekankan bahwa tidak mungkin satu sektor dapat dibangun secara kokoh jika masih ada praktik mafia dan ketimpangan dalam pembuatan kebijakan. Oleh karena itu, kebijakan haruslah berbasis bukti yang kuat dan diterapkan secara adil di depan hukum.
Unhas juga mengingatkan seluruh pihak untuk tidak main-main dengan masalah pangan, terutama terkait peran memonopoli pasar. Dengan puluhan hingga ratusan tenaga ahli di berbagai bidang, Unhas siap berkontribusi maksimal dalam memberantas praktik ini.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan
Sebagai Wakil Ketua Majelis Rektor Indonesia, Rektor Unhas ini mengungkapkan bahwa ia telah beberapa kali melakukan pertemuan khusus untuk membahas peningkatan sektor pertanian. Sektor ini diakui sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional yang krusial.
Perguruan tinggi seperti Unhas memiliki peran vital dalam menyediakan data akurat, analisis mendalam, serta inovasi teknologi. Kontribusi ini sangat esensial untuk merumuskan kebijakan pertanian yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Prof. Jamaluddin juga menyampaikan harapannya agar Menteri Pertanian terus memberikan perhatian dan dukungan kepada perguruan tinggi, termasuk Unhas. Perhatian ini akan memfasilitasi kolaborasi yang lebih erat antara akademisi dan pemerintah.
Sinergi yang kuat antara pemerintah dan komunitas akademisi diharapkan dapat menghasilkan solusi-solusi inovatif. Solusi ini penting untuk menghadapi berbagai tantangan kompleks dalam mewujudkan swasembada pangan dan menjamin ketersediaan pangan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sumber: AntaraNews