Amran Sulaiman Serukan Alumni Unhas Bangun Legacy Bertaraf Internasional
Seruan itu ia sampaikan seusai melantik enam kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unhas di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Jumat (14/11).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong para alumni Universitas Hasanuddin agar mampu menciptakan legacy yang diakui dunia. Seruan itu ia sampaikan seusai melantik enam kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unhas di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Jumat (14/11).
"Ayo, ada 260 ribu alumni kita. Ayo, kita getarkan dunia, buat Legacy untuk menjadi agen perubahan," ujarnya.
Amran yang juga Ketua Umum IKA Unhas ini mendorong masing-masing IKA untuk mempersiapkan alumninya untuk menjadi tokoh di Indonesia.
"Pak Wali Kota yang sekarang jadi Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas, harus ada yang menjadi Ketua MA (Mahkamah Agung), MK (Mahkamah Konstitusi), dan juga Jaksa Agung. Ini semua harus dipersiapkan," kata Amran.
Target swasembada
Ia yakin akan ada alumni Unhas yang bisa berhasil seperti dirinya. Ia menyinggung soal target swasembada dalam waktu satu tahun yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.
"Setelah beliau pulang dari Brazil menghadiri G20, kami dipanggil. Bapak presiden minta bisa enggak 1 tahun swasembada," tuturnya.
Amran mengaku sempat menawar target yang diberikan Presiden Prabowo agar bisa kembali 3 tahun bisa swasembada pangan. Nyatanya, Presiden Prabowo tetap memberikan target kepada dirinya dalam 1 tahun harus swasembada pangan.
"Ini anak Celebes. Lebih baik pulang dengan nama, daripada menyerah dalam perjuangan," kata dia.
Meski dalam tekanan, Amran mengaku berusaha untuk memenuhi target yang diberikan Presiden Prabowo.
"Manusia yang berhasil di muka bumi itu akibat adanya tekanan tinggi. Orang hebat adalah orang yang mampu membuat gagasan, bertindak, dan bertahan dalam tekanan," ujarnya.
Dari tekanan yang diberikan oleh Presiden Prabowo tersebut, akhirnya Food and Agriculture Organization (FAO) akhirnya menempatkan Indonesia nomor dua dalam produksi pangan. Apalagi kondisi tersebut didapat di saat terjadi krisis dunia.
"FAO menyampaikan bahwa Indonesia melompat nomor dua dunia setelah berhasil menaikan (produksi) pangannya di saat kondisi krisis dunia," ujarnya.
Memajukan kampus
Sementara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang resmi menjabat Ketua IKA Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin menegaskan tekad kuatnya dan harapan besar terhadap peran strategis alumni dalam memajukan kampus. Sehingga perlu kolaborasi lintas alumni.
"Fakultas Hukum Unhas ini punya potensi yang sangat luar biasa, bergerak di seluruh sektor. Mari setiap elemen yang ada, baik dari pimpinan, dari tataran sosial masyarakat, maupun yang bergerak di dunia usaha, kita bersatu dan berkolaborasi," ujar Munafri.
Ia meyakini bahwa kolaborasi dan kebersamaan seluruh fakultas di lingkungan Universitas Hasanuddin akan menjadi kekuatan penting dalam membangun institusi yang semakin kuat dan berwibawa.
Appi sangat yakin, kolaborasi, kebersamaan, dan kerja sama setiap fakultas akan menjadi obat dalam membangun Universitas secara keseluruhan yang kuat dan berwibawa ke depan.
"Kami butuh support dan dukungan. Insyaallah Fakultas Hukum bisa memberikan sumbangsih terbaik, baik untuk daerah, universitas, maupun negara," lanjutnya.
Ruang-ruang strategis
Munafri menegaskan komitmen IKA Fakultas Hukum untuk hadir dan mengisi ruang-ruang strategis yang dibutuhkan negara, melalui kontribusi nyata dan perhatian yang bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk pengabdian.
"Kami akan hadir mengisi ruang-ruang yang dibutuhkan oleh negara dalam bentuk berbagai macam perhatian yang bisa kami laksanakan," ucapnya.