Menteri Pertanian Amran Sulaiman: Tiada Hari Libur Demi Percepatan Swasembada Pangan 2025
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen penuh tanpa hari libur untuk percepatan Swasembada Pangan, menargetkan pencapaian dalam satu tahun demi ketahanan nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa setiap hari di kementeriannya diperlakukan sebagai hari kerja tanpa pengecualian. Pernyataan ini disampaikan dalam upaya serius pemerintah untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan sebagai bagian integral dari penguatan ketahanan nasional.
Komitmen ini muncul menyusul instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta percepatan target swasembada pangan. Awalnya ditargetkan empat tahun, kemudian dipersingkat menjadi tiga tahun, dan kini menjadi hanya satu tahun.
Penegasan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin periode 2025–2029 di Makassar pada 16 November. Ia melihat target yang semakin ketat ini sebagai tantangan sekaligus peluang besar untuk membuktikan kapasitas sektor pertanian Indonesia.
Target Ambisius dan Pengakuan Internasional
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian, menargetkan pencapaian swasembada pangan dalam waktu satu tahun, sebuah target yang sangat ambisius. Menteri Amran Sulaiman menyatakan bahwa target ini merupakan tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras dan dedikasi.
Menteri Amran meyakini bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat menuju swasembada, didukung oleh peningkatan produksi pangan yang dicatat berbagai institusi internasional. Ia menyebutkan bahwa menteri pertanian dari beberapa negara maju mulai menaruh perhatian serius terhadap kemajuan Indonesia.
Kunjungan terbaru dari menteri pertanian Jepang dan pejabat dari negara-negara lain, menurut Amran, mencerminkan minat global terhadap strategi Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Kepercayaan internasional ini, tegasnya, berasal dari hasil konkret di lapangan, bukan sekadar retorika belaka.
Untuk memastikan target tercapai, Amran secara rutin menguji disiplin dan kinerja timnya di lapangan. Ia menekankan pentingnya data yang terverifikasi, karena tanpa itu, mustahil untuk meyakinkan pihak mana pun.
Proyeksi Produksi Beras dan Peran Strategis Alumni Unhas
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan proyeksi produksi beras dari Januari hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 4,14 juta ton atau 13,54 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, yang berada di sekitar 30 juta ton.
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) juga telah menilai bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen pangan terbesar kedua di dunia, setelah Brasil. Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) bahkan telah memprediksi peningkatan produksi beras Indonesia sebelum musim tanam dimulai.
Dalam kesempatan yang sama, Amran turut mengajak para alumni Universitas Hasanuddin untuk memainkan peran strategis dalam pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa lulusan Unhas memiliki kapasitas kuat untuk menjadi pendorong perubahan dan membentuk generasi pemimpin masa depan.
Sektor pertanian, menurut Amran, merupakan masa depan Indonesia, dan semua pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab kolektif untuk membantu mewujudkan visi tersebut.
Sumber: AntaraNews