Sepanjang 2024, 416 Prajurit TNI Lakukan Pelanggaran
Semua pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI sudah ditindaklanjuti.
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengatakan, ada ratusan pelanggaran yang terjadi sepanjang 2024 lalu. Jumlah ini terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yakni 2023.
"Di mana pada tahun 2023 itu ada 618 kasus pelanggaran, sedangkan pada tahun 2024 itu ada sekitar 416-an. Sehingga, ada penurunan sekitar 25,6 persen," kaya Yusri usai apel upacara Gelar Pasukan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi 2025 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (10/2).
Namun, dirinya tidak merinci apa saja sederet pelanggaran tersebut. Kendati demikian, semua pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI sudah ditindaklanjuti.
"Semuanya sudah kita tindaklanjuti, dari POM Angkatan. Dari POMAD, POMAL, maupun POMAU. Jadi para tersangka sudah ditahan, kemudian dilakukan penyidikan, kemudian berkas juga sudah kita limpahkan kepada Odmil maupun Dilmil untuk proses persidangan di peradilan militer," jelasnya.
Operasi Penegakan Ketertiban
Lalu, terkait dengan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi 2025. Kegiatan ini akan dilakukan sepanjang tahun dengan melibatkan aparat penegak hukum lainnya.
Yusri menyebut, operasi ini akan dilakukan secara masif di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai bentuk evaluasi dari terjadinya sederet pelanggaran di tahun sebelumnya.
"Dengan adanya evaluasi tadi, bahwa kegiatan ini akan selama tahun 2025 akan dilakukan secara masif, di mana kegiatannya akan dilakukan secara terpadu, jadi bisa mandiri dan juga bisa terpadu," pungkasnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin apel upacara Gelar Pasukan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi 2025. Kegiatan ini digelar di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Dalam amanatnya, Agus mengatakan, operasi ini digelar dalam rangka menegakkan disiplin hukum dan tata tertib kepada seluruh prajurit TNI. Karena, TNI merupakan garda terdepan bangsa dalam bidang pertahanan.
"Untuk itu operasi yang digelar hari ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga amanat yang sudah diberikan negara kepada TNI, agar kekuatan yang dimilikinya tidak disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan di luar kepentingan tugas pertahanan negara," kata Agus dalam sambutannya, Senin (10/2).