Tingkatkan Disiplin Prajurit, Operasi Gaktib-Yustisi TNI Jadi Benteng Penegakan Hukum
Kasdam XIII/Merdeka tegaskan Operasi Gaktib-Yustisi TNI krusial untuk disiplin prajurit, menekan pelanggaran hukum, dan menjaga citra institusi di tengah tantangan modernisasi.
Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto menekankan pentingnya Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer. Langkah ini bertujuan utama untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI. Pernyataan tersebut disampaikan saat membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Manado pada Jumat.
Operasi Gaktib dan Yustisi ini merupakan instrumen strategis dalam upaya preventif dan represif. Tujuannya adalah menekan angka pelanggaran hukum yang mungkin terjadi di lingkungan institusi TNI. Dengan demikian, operasi ini menjadi pilar utama dalam menjaga integritas dan kredibilitas TNI di mata publik.
Tema yang diusung untuk Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun 2026 adalah "TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju." Tema ini diharapkan menjadi panduan dan komitmen bagi setiap prajurit untuk senantiasa menjaga kehormatan diri, satuan, serta institusi TNI secara menyeluruh.
Komitmen Penegakan Hukum dan Profesionalisme Prajurit
Kasdam XIII/Merdeka, Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, menegaskan bahwa Operasi Gaktib-Yustisi TNI adalah wujud nyata komitmen institusi terhadap penegakan hukum internal. Operasi ini dirancang untuk menciptakan lingkungan militer yang bersih dari pelanggaran. Penekanan pada disiplin dan kepatuhan hukum menjadi fondasi utama dalam pembentukan prajurit yang profesional.
Implementasi operasi ini mencakup berbagai tindakan, mulai dari sosialisasi aturan hingga penindakan tegas terhadap pelanggar. Hal ini sejalan dengan visi Panglima TNI untuk memiliki prajurit yang tidak hanya cakap secara militer, tetapi juga berintegritas tinggi. Profesionalisme prajurit merupakan cerminan kekuatan dan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
Tema "TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju" bukan sekadar slogan, melainkan sebuah filosofi yang harus dihayati. Setiap prajurit diharapkan mampu merefleksikan nilai-nilai ini dalam setiap tindakan dan keputusan. Dengan demikian, kehormatan institusi TNI dapat terus terjaga dan meningkat.
Evaluasi dan Tantangan Modernisasi Operasi Gaktib-Yustisi
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun 2025, terjadi penurunan signifikan dalam jumlah pelanggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Operasi Gaktib mencatat penurunan sebesar 5,62 persen, sementara Operasi Yustisi mengalami penurunan yang lebih drastis, yakni 40,64 persen. Meskipun demikian, Panglima TNI mengingatkan agar seluruh jajaran tidak lengah dan terus meningkatkan pembinaan disiplin.
Panglima TNI juga menekankan pentingnya peningkatan penegakan hukum secara konsisten dan profesional. Prajurit Polisi Militer diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam pencegahan dan penindakan kejahatan siber. Penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra TNI juga menjadi fokus perhatian.
Modernisasi sarana dan prasarana, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia, menjadi krusial untuk mendukung penegakan hukum yang transparan dan akuntabel. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan seluruh prajurit untuk bekerja dengan niat ibadah, memegang teguh Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI. Responsif terhadap dinamika situasi serta menjaga soliditas dan sinergi dengan komponen bangsa lainnya juga menjadi pesan penting.
Sumber: AntaraNews