Pelanggaran TNI Kalimantan Tengah Turun Signifikan, Kodam Tambun Bungai Perketat Pengawasan

Kodam XXII/Tambun Bungai mencatat penurunan signifikan pada angka Pelanggaran TNI Kalimantan Tengah, namun pengawasan ketat dan penegakan hukum terus diperkuat untuk menjaga disiplin prajurit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pelanggaran TNI Kalimantan Tengah Turun Signifikan, Kodam Tambun Bungai Perketat Pengawasan
Kodam XXII/Tambun Bungai mencatat penurunan signifikan pada angka Pelanggaran TNI Kalimantan Tengah, namun pengawasan ketat dan penegakan hukum terus diperkuat untuk menjaga disiplin prajurit. (AntaraNews)

Kodam XXII/Tambun Bungai melaporkan adanya penurunan jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit dan PNS TNI di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Penurunan ini mencapai 5,62 persen, dari 456 kasus pada tahun 2024 menjadi 432 kasus di tahun 2025, berdasarkan hasil Operasi Penegakan Ketertiban.

Selain itu, perkara dalam Operasi Yustisi juga menunjukkan penurunan yang sangat signifikan, dari 925 kasus menjadi 459 kasus. Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Budhi Utomo, menyampaikan informasi ini di Palangka Raya.

Meskipun angka pelanggaran menunjukkan tren positif, Brigjen TNI Budhi Utomo menegaskan bahwa pengawasan dan penegakan hukum tidak boleh mengendur. Seluruh satuan diimbau untuk terus menjaga konsistensi dalam pembinaan guna mempertahankan capaian positif tersebut.

Menjaga Tren Positif Melalui Pengawasan Melekat

Brigjen TNI Budhi Utomo menekankan pentingnya tidak lengah terhadap penurunan angka pelanggaran yang telah dicapai. Penurunan ini harus terus dijaga melalui pengawasan melekat serta penegakan hukum yang tegas, adil, dan berkelanjutan di setiap tingkatan.

Konsistensi dalam pembinaan disiplin menjadi kunci utama agar prajurit dan PNS TNI tetap mematuhi aturan. Langkah proaktif ini diharapkan dapat mencegah potensi pelanggaran baru di masa mendatang.

Pengawasan yang efektif juga melibatkan peran aktif para komandan satuan dalam memantau perilaku anggotanya. Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya juga diperlukan untuk memastikan penegakan hukum berjalan optimal.

Tantangan Digital dan Pencegahan Pelanggaran Online

Tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Brigjen TNI Budhi Utomo menyoroti bahwa pencegahan pelanggaran berbasis digital kini menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi tahun ini.

Fokus penindakan diarahkan pada berbagai bentuk pelanggaran digital yang dapat merusak citra institusi TNI. Ini termasuk kasus judi online, pinjaman online ilegal, serta pelanggaran etika di media sosial yang dilakukan oleh prajurit.

Upaya pencegahan ini bertujuan untuk melindungi prajurit dari jerat kejahatan siber yang dapat berdampak negatif pada pribadi maupun kedinasan. Edukasi tentang penggunaan media sosial yang bijak juga terus digalakkan.

Disiplin Prajurit dan Modernisasi Penegakan Hukum

Selain menjaga disiplin hukum, Brigjen TNI Budhi Utomo mengingatkan prajurit untuk tidak terjerumus dalam pelanggaran yang berdampak pada kondisi ekonomi dan keharmonisan keluarga. Pelanggaran semacam ini pada akhirnya akan merugikan diri sendiri dan satuan.

Setiap prajurit diingatkan untuk senantiasa berpegang teguh pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI. Prinsip-prinsip ini merupakan komitmen moral yang harus dijalankan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.

Dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, modernisasi sarana prasarana dan teknologi informasi sangat ditekankan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penanganan perkara secara transparan dan akuntabel, meningkatkan efisiensi proses hukum.

Disiplin adalah nafas prajurit dan harga mati, dengan niat ibadah, loyalitas, dan keteladanan pimpinan, kepercayaan rakyat kepada TNI akan tetap terjaga. Para komandan satuan diminta memperkuat pengawasan dan menjaga sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi