Semangat Membara, 153 Lansia di Bangka Tengah Ikuti Wisuda Al Quran
Ratusan lansia di Bangka Tengah menunjukkan semangat luar biasa dengan mengikuti wisuda Al Quran setelah berhasil menyelesaikan pendidikan, membuktikan usia bukan penghalang untuk terus belajar dan menginspirasi banyak pihak.
Sebanyak 153 lansia di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru saja mengikuti wisuda pendidikan Al Quran. Mereka dinyatakan lulus melalui proses yudisium yang membanggakan. Acara ini berlangsung di Koba selama dua hari, dari Sabtu (13/6) hingga Minggu (14/6).
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para lansia ini. Beliau menyoroti semangat belajar mereka di usia senja, bahkan ada yang telah berusia di atas 80 tahun. Peristiwa ini menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat.
Wisuda ini merupakan bagian dari rangkaian acara besar. Kegiatan tersebut meliputi Wisuda TKA/TPA LPPTKA Angkatan XXIII dan Tahfidz Juz 30 Angkatan X. Selain itu, ada juga Wisuda Majelis Taklim Lansia Angkatan I tingkat Kabupaten Bangka Tengah.
Dedikasi Tanpa Batas dari Para Wisudawan Senior
Bupati Algafry Rahman menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Beliau secara langsung menyaksikan semangat para lansia dari Sungaiselan dan Koba. Mereka tetap bersemangat belajar meski telah berusia lebih dari 80 tahun. “Wisuda ini bukan artinya selesai untuk belajar. Saya melihat sendiri yang dari Sungaiselan dan Koba, usia 80 sekian tahun masih mau belajar. Itulah yang mesti kita contoh dan teladani," kata Algafry.
Semangat ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Dedikasi para lansia menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menuntut ilmu. Terutama dalam mempelajari kitab suci Al Quran sebagai pedoman hidup.
Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Bangka Tengah, Devi Efrianda, juga menyampaikan kekagumannya. Ia berharap semangat para lansia ini menular kepada anggota majelis taklim lainnya. “Saya salut sama ibu-ibu, tidak mengenal usia tetap mau belajar Al Quran. Semoga ini menjadi inspirasi bagi anggota BKMT yang lain untuk selalu istiqamah,” ujarnya.
Inspirasi dari Kisah Heryati, Guru Mengaji Bersemangat
Salah satu wisudawati lansia yang menginspirasi adalah Heryati (64 tahun). Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kesehatan dan semangat yang diberikan Allah SWT. Heryati tetap aktif menghafal Al Quran di tengah kesibukannya sebagai guru mengaji. Ia mengajar di Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah.
Heryati membuktikan bahwa dengan kemauan dan perjuangan, segala hal bisa tercapai. “Alhamdulillah, ini syukur sekali kepada Allah SWT karena masih diberi ingatan yang kuat dan semangat untuk terus menghafal Al Quran. Walaupun mungkin kata orang tidak mungkin, tapi Insya Allah kalau kita mau berusaha dan berjuang, pasti ada hasilnya,” ungkap Heryati.
Ia juga tak lupa mengajak generasi muda untuk terus semangat belajar Al Quran. Menurutnya, Al Quran adalah pedoman hidup yang akan membawa kebaikan. “Buat anak-anak kita, semangatlah untuk terus belajar karena Al Quran itu adalah pedoman hidup kita. Insya Allah, dengan Al Quran, kita akan menggapai surga Allah,” tuturnya.
Kisah Heryati menjadi bukti nyata bahwa semangat keagamaan tidak mengenal batas usia. Dedikasi para lansia ini patut dicontoh oleh semua kalangan. Mereka menunjukkan pentingnya pendidikan agama sepanjang hayat.
Sumber: AntaraNews