BKKBN Wisuda 75 Lansia di Bengkulu Tengah, Perkuat Kemandirian Usia Senja

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu sukses mewisuda 75 peserta Sekolah Lansia Tangguh di Kabupaten Bengkulu Tengah, sebuah inisiatif untuk memastikan para lansia tetap aktif, sehat, dan berdaya di usia senja.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BKKBN Wisuda 75 Lansia di Bengkulu Tengah, Perkuat Kemandirian Usia Senja
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu sukses mewisuda 75 peserta Sekolah Lansia Tangguh di Kabupaten Bengkulu Tengah, sebuah inisiatif untuk memastikan para lansia tetap aktif, sehat, dan berdaya di usia senja. (AntaraNews)

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bengkulu baru saja menggelar acara wisuda bagi 75 peserta program Sekolah Lansia Tangguh di Kabupaten Bengkulu Tengah pada Jumat (13/2). Acara ini menandai keberhasilan para lansia dalam menyelesaikan serangkaian pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Program inovatif ini dirancang untuk memastikan para lansia tetap aktif, sehat, dan mandiri, serta memiliki peran penting dalam keluarga dan lingkungan sosial mereka. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberdayakan kelompok usia lanjut di Indonesia.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Bengkulu, Nesyanto, menegaskan bahwa lansia harus tetap berdaya dan tidak menjadi beban bagi keluarga maupun masyarakat. Sebanyak 75 lansia yang diwisuda berasal dari dua institusi pendidikan, yaitu Sekolah Lansia Kasih Ibu di Desa Sidodadi dan Sekolah Lansia PUT Bahagia.

Mengoptimalkan Kualitas Hidup Lansia Melalui Sekolah Tangguh

Program Sekolah Lansia Tangguh merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia. Tujuannya adalah agar mereka dapat menjalani usia senja dengan sehat, mandiri, dan tetap produktif, jauh dari anggapan menjadi beban keluarga.

Nesyanto menjelaskan bahwa inisiatif ini sangat penting mengingat peningkatan jumlah warga lansia di masa mendatang. Dengan adanya program ini, diharapkan para lansia dapat terus berkontribusi dan merasakan kebahagiaan dalam hidup bermasyarakat.

Para peserta telah mengikuti proses pembelajaran sebanyak 12 kali pertemuan, di mana jadwal pelaksanaannya disesuaikan dengan kesepakatan masing-masing sekolah. Fleksibilitas ini memungkinkan para lansia untuk belajar tanpa terbebani.

Kurikulum dan Manfaat Pembelajaran bagi Lansia

Materi yang disampaikan dalam Sekolah Lansia Tangguh mencakup berbagai aspek penting untuk kesejahteraan lansia. Edukasi kesehatan fisik dan mental menjadi fokus utama untuk menjaga kebugaran dan stabilitas emosi mereka.

Selain itu, program ini juga memperkuat aspek spiritual para lansia, membantu mereka menemukan kedamaian dan makna hidup di usia senja. Peningkatan peran sosial lansia dalam keluarga dan masyarakat juga menjadi bagian integral dari kurikulum.

Proses pembelajaran dapat berlangsung selama enam bulan jika pertemuan diadakan dua kali sebulan, atau hingga satu tahun jika pertemuan hanya sekali sebulan. Durasi ini memberikan waktu yang cukup bagi peserta untuk menyerap materi secara optimal.

Ajakan Mendirikan Sekolah Lansia di Setiap Desa

Melihat keberhasilan program ini, BKKBN mengimbau kepada para lansia yang tertarik untuk mengikuti program Sekolah Lansia Tangguh agar menghubungi penyuluh KB di desa masing-masing. Ini adalah kesempatan emas untuk terus belajar dan berinteraksi sosial.

Nesyanto juga menyampaikan kemudahan dalam mendirikan Sekolah Lansia Tangguh di tingkat desa. Cukup dengan jumlah 15 hingga 20 orang lansia, sebuah komunitas sudah bisa membentuk sekolahnya sendiri. Ini menunjukkan komitmen BKKBN untuk memperluas jangkauan program.

Inisiatif ini tidak hanya memberdayakan individu lansia, tetapi juga membangun komunitas yang lebih peduli dan inklusif terhadap kelompok usia lanjut. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak lansia di Indonesia yang dapat menikmati masa tua yang berkualitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi