Dayah Insan Qur'ani Aceh Wisuda 142 Santri, 55 Khatam 30 Juz Al-Quran
Dayah Insan Qur'ani Aceh sukses mewisuda 142 santri angkatan X, di mana 55 di antaranya telah berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz Al-Quran, menunjukkan komitmen lembaga dalam mencetak generasi qur'ani berprestasi.
Banda Aceh, Dayah Insan Qur’ani Aceh Besar kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mewisuda sebanyak 142 santri angkatan X pada Sabtu lalu. Acara wisuda yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood Banda Aceh ini menjadi saksi keberhasilan 55 santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran. Momen ini menegaskan peran penting Dayah Insan Qur’ani Aceh dalam melahirkan generasi penghafal Al-Quran yang berkualitas.
Pimpinan Dayah Insan Qur’ani, Muzakkir Zulkifli, menyampaikan bahwa dari total 152 santri yang lulus tahun ini, 142 santri mengikuti prosesi wisuda, sementara 10 lainnya berhalangan hadir. Keberhasilan 55 santri dalam mengkhatamkan Al-Quran merupakan bukti nyata dedikasi mereka serta bimbingan para pengajar. Pencapaian ini sekaligus menjadi tonggak penting bagi perjalanan pendidikan Islam di Aceh.
Selain keberhasilan hafalan Al-Quran, para wisudawan juga menunjukkan prestasi akademik yang cemerlang. Sebanyak 120 wisudawan, atau sekitar 80 persen dari total lulusan, berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) ternama melalui jalur undangan dan prestasi. Hal ini menunjukkan bahwa Dayah Insan Qur’ani Aceh tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mempersiapkan santrinya untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Cetak Generasi Penghafal Al-Quran Berprestasi
Dayah Insan Qur’ani Aceh secara konsisten mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga unggul dalam bidang akademik. Sebanyak 55 santri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Quran, sebuah pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi. Empat santri di antaranya, yaitu Fikran Hanif, Raziatul Husna, Izza Mushfia, dan Nazwa Aqila, bahkan dinyatakan lulus dengan syahadah setelah melalui uji kelancaran hafalan oleh dewan guru.
Muzakkir Zulkifli menekankan pentingnya para lulusan untuk senantiasa menjaga nilai-nilai keislaman dan terus mengembangkan diri, baik dalam aspek keilmuan maupun akhlak. Pendidikan di dayah tidak hanya sekadar transfer ilmu, melainkan juga pembentukan karakter dan kesadaran untuk belajar sepanjang hayat. Harapannya, para alumni Dayah Insan Qur’ani Aceh dapat menjadi kebanggaan dan teladan di tengah masyarakat.
Sejak meluluskan angkatan pertama pada tahun 2017, Dayah Insan Qur’ani telah berhasil melahirkan sebanyak 251 santri atau alumni yang khatam hafalan 30 juz Al-Quran. Angka ini menunjukkan komitmen dan konsistensi lembaga dalam menghasilkan penghafal Al-Quran yang berkualitas. Prestasi ini menjadi bukti nyata kontribusi Dayah Insan Qur’ani Aceh dalam syiar Islam dan pendidikan di Indonesia.
Peran Alumni dan Harapan untuk Masa Depan
Alumni Dayah Insan Qur’ani Aceh kini telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari instansi pemerintahan hingga lembaga internasional. Hal ini membuktikan bahwa lulusan dayah mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan. Pengalaman yang didapatkan selama menempuh pendidikan di dayah menjadi modal awal yang berharga untuk menghadapi tantangan dunia nyata.
Muzakkir Zulkifli berpesan agar para alumni senantiasa menjaga ukhuwah atau persaudaraan dan menyelesaikan setiap persoalan dengan cara damai. Pesan ini relevan dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan perdamaian dan kebersamaan. Dayah Insan Qur’ani Aceh berharap para lulusannya dapat menjadi agen perubahan positif di masyarakat.
Munawar Liza Zainal, salah seorang perwakilan wali santri dan tokoh perdamaian Aceh, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya kepada seluruh dewan guru. Ia menyatakan bahwa pilihannya terhadap Dayah Insan Qur’ani didasari oleh pencarian panjang untuk menemukan lembaga pendidikan terbaik yang memiliki banyak keunggulan dan telah membuktikan kualitasnya.
Munawar Liza juga memberikan pesan inspiratif kepada para alumni. "Jika kita memuliakan Al Quran, maka Allah SWT akan memuliakan kita," ujarnya. Ia mendorong para alumni untuk menjadi pribadi yang berdaya dengan menjunjung tinggi nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah, dan kebebasan dalam berinovasi. Pesan ini diharapkan menjadi pegangan bagi para lulusan dalam menjalani kehidupan dan berkarya.
Sumber: AntaraNews