Wali Kota Pangkalpinang Wisuda Santri TPA dan Tahfidz, Dorong Generasi Berakhlak

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mewisuda ribuan santri TPA dan Tahfidz, menegaskan komitmen membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur'an serta memiliki akhlak mulia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Pangkalpinang Wisuda Santri TPA dan Tahfidz, Dorong Generasi Berakhlak
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mewisuda ribuan santri TPA dan Tahfidz, menegaskan komitmen membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur'an serta memiliki akhlak mulia. (AntaraNews)

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, memimpin prosesi wisuda akbar bagi 2.189 santri TPA dan Tahfidz 30 Juz se-Kota Pangkalpinang. Acara penuh khidmat ini diselenggarakan pada Minggu, 10 Mei 2026, di Gedung Serbaguna Kota Pangkalpinang, yang dipadati oleh ribuan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat. Momen bersejarah ini menandai langkah penting dalam pembinaan generasi muda religius yang diharapkan menjadi pilar masa depan kota. Suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh peserta, mencerminkan keberhasilan upaya kolektif dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Tujuan utama dari kegiatan wisuda ini adalah untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan adab yang baik, serta mencintai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup yang tak lekang oleh waktu. Inisiatif strategis ini diharapkan dapat melahirkan individu-individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pendidikan Al-Qur'an diyakini menjadi fondasi kuat untuk membangun karakter yang kokoh di tengah tantangan zaman.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Wisuda Angkatan Ke-XXVI Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (LPPTKA) DPD BKPRMI Kota Pangkalpinang. Bersamaan dengan itu, dilaksanakan juga Wisuda Tahfidz 30 Juz Angkatan Ke-II Tahun 2026, sebuah bukti nyata konsistensi pemerintah kota dalam mendukung dan memajukan pendidikan agama. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat menjadi kunci sukses terselenggaranya acara sebesar ini.

Mendorong Generasi Berakhlak dan Cinta Al-Qur'an

Dalam sambutannya yang penuh inspirasi, Wali Kota Saparudin mengungkapkan harapannya yang besar agar para santri yang baru saja diwisuda tidak berhenti mengaji. Ia menekankan pentingnya untuk terus membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Keberhasilan wisuda santri Pangkalpinang ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan sebuah titik awal dan motivasi kuat untuk pembelajaran berkelanjutan sepanjang hayat.

Saparudin juga menjelaskan bahwa Al-Qur'an mengajarkan sebuah konsep ilmu yang jauh lebih luas dari sekadar kecerdasan intelektual semata. Menurutnya, ilmu yang sejati mencakup kecerdasan otak yang memungkinkan kemampuan berpikir rasional dan logis, serta yang tak kalah penting adalah kecerdasan spiritual yang membimbing hati dan jiwa. Kombinasi harmonis dari kedua jenis kecerdasan ini akan membentuk pribadi yang utuh, berimbang, dan memiliki adab luhur yang menjadi cerminan keimanan.

Para santri selama ini telah mendapatkan bekal yang komprehensif, tidak hanya dalam kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai tajwid. Mereka juga diajarkan pengetahuan mendalam tentang adab, terutama bagaimana cara bersikap hormat kepada orang tua yang telah membesarkan, menghargai guru yang telah membimbing, dan menjalin hubungan baik dengan teman-teman sebaya dalam semangat persaudaraan. Pendidikan adab ini menjadi fondasi karakter yang kuat, membentuk pribadi yang santun dan beretika.

Apresiasi Guru dan Komitmen Belajar Berkelanjutan

Wali Kota Pangkalpinang tidak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru mengaji, ustadz, dan ustadzah yang telah berdedikasi tanpa lelah. Berkat upaya keras, kesabaran, dan bimbingan mereka yang tulus, ribuan santri ini berhasil menyelesaikan studinya dan dinyatakan lulus dengan predikat yang membanggakan. Peran guru mengaji sangat vital dalam membentuk karakter dan moral generasi muda, mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Saparudin juga secara khusus mengucapkan selamat dan sukses kepada anak-anak yang telah diwisuda. Ia berharap agar mereka tidak berhenti pada titik ini, melainkan terus termotivasi untuk belajar, menghafal, dan membaca Al-Qur'an di berbagai kesempatan, baik di rumah, di masjid, maupun di lingkungan sekolah. Proses belajar Al-Qur'an adalah sebuah perjalanan spiritual yang tak pernah usai, membawa keberkahan dan ketenangan jiwa.

Pesan tegas dari Wali Kota adalah agar para santri tidak melupakan Al-Qur'an setelah wisuda. "Jangan sampai setelah dinyatakan lulus tidak lagi membaca Al Quran di TPA maupun masjid," ujarnya, mengingatkan pentingnya konsistensi dalam mendekatkan diri pada kitab suci. Hal ini untuk memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan terus tertanam kuat dalam diri mereka, menjadi lentera penerang jalan hidup, dan membimbing mereka menuju kebaikan di dunia dan akhirat. Komitmen ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang religius dan berbudaya Qur'ani.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi