Rp31 Miliar Digelontorkan! Pemprov Sumut Wujudkan Program Sekolah Gratis Nias, Bebas SPP dan Pungutan Lain
Pemprov Sumut alokasikan Rp31 miliar untuk Program Sekolah Gratis Nias mulai 2026, memastikan tidak ada lagi pungutan SPP di 144 SMA/SMK. Simak detailnya!
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) secara resmi mengalokasikan dana sebesar Rp31 miliar. Anggaran ini ditujukan untuk mendukung implementasi Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) di wilayah Kepulauan Nias. Inisiatif ini bertujuan untuk menghapus berbagai pungutan yang selama ini membebani orang tua siswa.
Program ambisius ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2026-2027, menyasar seluruh pelajar di tingkat SMA/SMK. Faisyal Hartawan Isma, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, menegaskan bahwa tidak akan ada lagi pungutan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Ini mencakup 144 SMA/SMK yang tersebar di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias.
Dengan adanya program ini, Pemprov Sumut berkomitmen untuk mewujudkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas. Diharapkan tidak ada lagi kendala finansial yang menghalangi anak-anak Nias untuk menempuh pendidikan. Program ini juga menjadi langkah awal dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di daerah terluar Indonesia.
Anggaran Fantastis untuk Pendidikan Gratis di Nias
Pemprov Sumut telah menganggarkan dana sebesar Rp31 miliar khusus untuk Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) di Kepulauan Nias. Angka ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Faisyal Hartawan Isma dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumut mengonfirmasi besaran anggaran tersebut dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut.
Dengan alokasi dana yang signifikan ini, pihaknya memastikan bahwa tidak akan ada lagi pungutan apapun di sekolah. “Tidak ada lagi pungutan apapun. Uang sekolah, uang baju, uang buku, dan lain-lain tidak ada lagi. Semua gratis,” ujar Faisyal. Kebijakan ini secara langsung meniadakan SPP dan biaya lain yang biasanya dibebankan kepada siswa dan orang tua.
Data dari Dinas Pendidikan Pemprov Sumut mencatat bahwa terdapat 144 SMA/SMK yang akan merasakan dampak positif dari program ini. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias. Faisyal berharap, “Kalau sudah jalan ini, maka SPP nihil. Mudah-mudahan berjalan lancar.”
Program sekolah gratis Nias ini akan menjadi angin segar bagi ribuan pelajar. Ini terutama bagi mereka yang selama ini terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong angka partisipasi sekolah dan mengurangi angka putus sekolah di wilayah tersebut.
Tahap Implementasi dan Sinergi dengan Internet Gratis
Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) ini direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2026-2027. Kepulauan Nias dipilih sebagai sasaran awal implementasi program unggulan Gubernur Sumut Bobby Nasution. Pemilihan Nias ini menunjukkan fokus pemerintah pada pemerataan akses pendidikan di daerah terluar.
Saat ini, PUBG masih dalam tahap studi kelayakan dan survei mendalam. Tahap ini krusial untuk memastikan skema, penganggaran, dan hal-hal teknis lainnya dapat berjalan optimal. “Dari sini nanti kita tahu berapa anggaran yang kita butuhkan, berapa per siswanya karena SPP itu beda-beda setiap sekolah,” jelas Faisyal. Hal ini juga untuk menghindari tumpang tindih dengan program bantuan lain seperti Dana BOS.
Selain program sekolah gratis Nias, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, menyebutkan adanya sinergi. Pihaknya akan menyandingkan PUBG dengan program internet gratis yang direncanakan tahun depan. “Untuk Nias, kita sedang menunggu hasil surveinya. Kemudian kita sinkronkan dengan program internet gratis Kominfo,” kata Erwin.
Sinergi ini bertujuan agar siswa-siswi SMA/SMK di Kepulauan Nias yang kesulitan akses internet dapat mengakses dunia maya. Program internet gratis ini juga akan diperluas ke 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara. “Pekan ini, staf kami sudah ke lapangan. Jadi ada delapan kota di Sumatera Utara pada 2026 dahulu, dan kita siapkan area khusus internet gratis. Jadi silahkan masyarakat menikmati,” tutup Erwin.
Sumber: AntaraNews