Pemprov Kepri Pastikan Program SPP Gratis Berlanjut di 2026, Anggaran Rp50 Miliar Tetap Dialokasikan
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan komitmennya melanjutkan program SPP Gratis Kepri 2026 bagi siswa SMA/SMK/SLB negeri, dengan alokasi anggaran Rp50 miliar untuk meringankan beban orang tua.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Pendidikan memastikan program Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB negeri akan terus berlanjut pada tahun 2026. Keputusan ini diambil untuk menjaga keberlangsungan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Kepri.
Program unggulan Gubernur Kepri Ansar Ahmad ini telah berjalan sejak tahun 2024 dan menargetkan sekitar 39 ribu siswa di tujuh kabupaten/kota se-Kepri. Ini merupakan upaya nyata pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan.
Untuk merealisasikan program SPP gratis ini, Dinas Pendidikan Kepri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026. Angka ini sama dengan alokasi pada tahun sebelumnya.
Komitmen Anggaran dan Jangkauan Program SPP Gratis
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menegaskan bahwa meskipun anggaran Dinas Pendidikan Kepri untuk tahun 2026 mengalami penurunan menjadi Rp957 miliar dari sekitar Rp1,01 triliun pada tahun 2025, program SPP gratis tetap menjadi prioritas. Keputusan ini sejalan dengan arahan Gubernur Ansar Ahmad.
Alokasi sebesar Rp50 miliar pada APBD 2026 menunjukkan komitmen kuat Pemprov Kepri terhadap pendidikan. Dana ini dipastikan akan mencukupi kebutuhan SPP gratis bagi puluhan ribu siswa.
Program SPP gratis ini akan menyasar sekitar 39 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB negeri yang tersebar di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Bantuan SPP akan diberikan untuk tahun ajaran 2026/2027.
Tujuan Mulia di Balik Kebijakan SPP Gratis
Kebijakan pemberian SPP gratis bagi siswa SMA negeri sederajat ini memiliki tujuan ganda yang strategis. Pertama, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Kepri. Kedua, untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, program ini juga bertujuan meringankan beban finansial orang tua siswa. Dengan adanya SPP gratis, orang tua tidak perlu lagi khawatir memikirkan biaya SPP setiap bulannya.
Namun, Agung menjelaskan bahwa untuk saat ini, anggaran Pemprov Kepri belum mampu menanggung SPP gratis bagi sekolah swasta. Fokus utama masih pada sekolah negeri untuk memastikan pemerataan dasar.
Perbedaan dengan Program Seragam Sekolah Gratis
Berbeda dengan program SPP gratis yang dipastikan berlanjut, program seragam sekolah gratis untuk siswa SMA, SMK, dan SLB tidak dianggarkan dalam APBD Kepri murni 2026. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran daerah.
Pada tahun sebelumnya, Dinas Pendidikan Kepri mengalokasikan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk bantuan dua setelan seragam sekolah gratis, yaitu seragam OSIS dan Pramuka. Bantuan ini sangat membantu siswa dan orang tua.
Andi Agung berharap program seragam sekolah gratis dapat kembali dianggarkan pada APBD Perubahan 2026. Namun, realisasinya akan sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah saat itu.
Sumber: AntaraNews