Rektor Untidar: Lulusan Untidar Berintegritas dan Berbudaya Siap Mengabdi
Rektor Universitas Tidar (Untidar) Magelang menekankan pentingnya Lulusan Untidar Berintegritas dan cerdas secara ilmu pengetahuan serta berbudaya untuk berkontribusi nyata di masyarakat.
Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang baru saja menggelar wisuda ke-73 bagi ratusan mahasiswanya. Acara sakral ini berlangsung di Gedung dr HR Suparsono Untidar Kampus Tuguran, Kota Magelang, pada Sabtu, 11 April 2026. Momen ini menjadi penanda berakhirnya masa studi dan awal pengabdian nyata bagi para wisudawan.
Dalam sambutannya, Rektor Untidar, Sugiyarto, memberikan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan. Ia mengingatkan bahwa Lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Pesan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka saat terjun ke tengah masyarakat.
Sugiyarto juga menekankan pentingnya etika serta kemampuan menjaga dan mengembangkan budaya bangsa. Hal ini sejalan dengan filosofi perguruan tinggi tersebut, yaitu "Untidar Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak".
Penekanan pada Integritas dan Budaya Bangsa
Rektor Sugiyarto menegaskan bahwa keunggulan akademik dan nonakademik merupakan fokus utama Untidar. Namun, keunggulan tersebut harus senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai budaya luhur. Terutama, nilai-nilai yang tumbuh subur di kancah peradaban Magelang dan Nusantara.
Ia secara spesifik menyampaikan bahwa Lulusan Untidar Berintegritas adalah kunci. Integritas ini mencakup kejujuran, moralitas, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan. Hal ini penting agar para alumni dapat memberikan kontribusi positif tanpa mengorbankan prinsip-prinsip luhur.
Lebih lanjut, Sugiyarto mengajak para wisudawan untuk tidak melupakan akar budaya mereka. Kemampuan menjaga dan mengembangkan budaya bangsa menjadi tanggung jawab setiap individu terdidik. Ini adalah bagian dari upaya melestarikan identitas nasional di tengah arus globalisasi.
Ratusan Wisudawan Siap Mengabdi
Pada wisuda ke-73 ini, Untidar meluluskan sebanyak 528 orang. Mereka terdiri atas 511 program sarjana, tujuh sarjana terapan, dan 10 ahli madya. Jumlah ini menunjukkan komitmen Untidar dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Dari total wisudawan, 24 di antaranya berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian. Prestasi ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras para mahasiswa selama menempuh pendidikan. Mereka diharapkan menjadi teladan bagi Lulusan Untidar lainnya.
Sugiyarto memandang wisuda ini sebagai titik awal pengabdian nyata. Bukan sekadar akhir dari proses belajar di bangku kuliah. Para wisudawan diharapkan dapat segera mengimplementasikan ilmu dan nilai yang telah mereka peroleh untuk kemajuan masyarakat.
Mengukir Prestasi, Menjaga Filosofi Kampus
Dalam setiap periode wisuda, Untidar selalu memberikan apresiasi kepada wisudawan terbaik. Untuk kategori akademik, Septiawan Puji Trianto dari Prodi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, meraih predikat terbaik. Ia lulus dengan IPK 3,91 dan masa studi yang sangat efisien, yaitu tiga tahun lima bulan sembilan hari.
Sementara itu, wisudawan terbaik kategori nonakademik adalah Zidan Rizka Alhafidz. Lulusan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini, memiliki segudang prestasi. Prestasi tersebut meliputi artikel ilmiah, jurnal ilmiah, dan olimpiade mahasiswa, dengan IPK 3,83.
Kedua wisudawan ini menjadi contoh nyata bagaimana Lulusan Untidar dapat unggul baik secara akademik maupun nonakademik. Mereka merepresentasikan semangat "Untidar Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak" yang menjadi filosofi kampus. Keunggulan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar dan bangsa.
Sumber: AntaraNews