UT Surabaya Cetak 1.532 Lulusan Adaptif, Siap Bersaing di Dunia Kerja
Universitas Terbuka (UT) Surabaya sukses mencetak 1.532 lulusan adaptif yang siap menghadapi tantangan dunia kerja melalui pendidikan terbuka dan jarak jauh yang inovatif, membuka peluang karier yang luas.
Universitas Terbuka (UT) Surabaya telah mencetak 1.532 lulusan adaptif dalam prosesi wisuda semester 2025/2026 genap yang berlangsung pada Minggu, 19 April 2026, di Surabaya. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen UT dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu menghadapi dinamika dunia kerja. Melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang fleksibel, UT Surabaya membekali para lulusannya dengan keahlian dan kemandirian yang relevan.
Direktur UT Surabaya, Prof. Dr. Suparti, menegaskan bahwa lulusan UT memiliki keunggulan dalam hal adaptasi dan kemandirian belajar. "Lulusan UT tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi pendidikan UT yang berfokus pada pengembangan individu yang tangguh dan berdaya saing.
Wisuda ini merupakan bagian dari total 2.453 peserta yudisium di UT Surabaya. Sebanyak 1.532 wisudawan hadir langsung dalam prosesi di Surabaya, didampingi oleh 3.064 anggota keluarga, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pencapaian pendidikan tinggi ini.
Keunggulan Lulusan UT dan Komitmen Adaptif
Lulusan Universitas Terbuka (UT) dikenal memiliki keunggulan adaptasi dan kemandirian belajar yang kuat. Prof. Dr. Suparti, Direktur UT Surabaya, menekankan bahwa kemampuan ini sangat krusial di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Fleksibilitas sistem pendidikan UT memungkinkan mahasiswa untuk belajar sambil bekerja atau beraktivitas lain, membentuk karakter yang mandiri dan proaktif.
Prosesi wisuda semester genap 2025/2026 di Surabaya dihadiri secara langsung oleh 1.532 wisudawan. Mereka adalah bagian dari total 2.453 peserta yudisium UT Surabaya, berdasarkan Surat Keputusan Rektor. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang dapat diakses secara fleksibel.
Dukungan keluarga yang terlihat dari kehadiran 3.064 anggota keluarga juga menjadi indikator positif. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan terbuka yang ditawarkan UT mendapatkan apresiasi luas dari berbagai lapisan masyarakat. Komitmen UT dalam mencetak SDM unggul tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter adaptif yang siap berkontribusi.
Pentingnya Pengembangan Diri Berkelanjutan
Sekretaris Universitas Terbuka, Dr. Kurnia Endah Riana, mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan sebuah fase penting. Ia mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar tetap relevan dan mampu bersaing di era global.
Dr. Kurnia juga menegaskan bahwa UT selalu terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ingin meningkatkan kompetensi diri. Ini sejalan dengan visi UT untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan merata. Komitmen ini dibuktikan dengan diwisudanya mahasiswa disabilitas pada kesempatan yang sama, menunjukkan bahwa UT melayani berbagai kalangan tanpa terkecuali.
Pendidikan berkelanjutan menjadi kunci untuk menghadapi perubahan cepat di dunia profesional. Dengan terus mengasah kemampuan dan pengetahuan, lulusan UT diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa. UT siap menjadi mitra dalam perjalanan pengembangan diri setiap individu.
Inovasi Pendidikan Vokasi untuk Kesiapan Kerja
Dalam upaya meningkatkan kesiapan kerja lulusannya, Direktur Sekolah Vokasi UT, Dr. Mohamad Yunus, mengungkapkan rencana pengembangan pendidikan vokasi yang lebih aplikatif. Program ini ditargetkan akan mulai dibuka pada Mei 2027, menandai langkah maju UT dalam menyediakan pendidikan yang berorientasi langsung pada kebutuhan industri.
Program awal yang akan ditawarkan meliputi Akuntansi Bisnis Digital, Teknologi Informasi, dan Manajemen Logistik. Pembelajaran vokasi ini akan didominasi oleh praktik, dengan porsi mencapai 60 hingga 70 persen. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan memiliki keterampilan praktis yang mumpuni dan benar-benar siap untuk terjun ke dunia kerja.
Sistem vokasi UT akan mengombinasikan praktik lapangan, bimbingan terstruktur, serta praktikum daring. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan standar dan kebutuhan industri terkini. Dengan demikian, UT berharap dapat mencetak tenaga kerja profesional yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga terampil dalam aplikasi nyata.
Sumber: AntaraNews