Pendidikan Tinggi Dituntut Cetak Lulusan Berkarakter dan Tangguh
Sebanyak 1.426 wisudawan dikukuhkan dalam prosesi bertema "Lulusan Berdampak Menuju Masa Depan Berkelanjutan"
Universitas Mercu Buana (UMB) menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembentukan karakter dan instrumen meningkatkan kualitas hidup dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma ke-60, Sarjana ke-64, Magister ke-51, dan Doktor ke-11 periode II Tahun Akademik 2025/2026.
Sebanyak 1.426 wisudawan dikukuhkan dalam prosesi bertema "Lulusan Berdampak Menuju Masa Depan Berkelanjutan" yang digelar di ICE BSD, Tangerang, dikutip Jumat (15/5).
Di tengah disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, dan tantangan sosial global, UMB menilai pendidikan tinggi tidak lagi cukup dimaknai sekadar jalur menuju pekerjaan. Perguruan tinggi dituntut mampu mencetak lulusan yang tangguh secara intelektual, emosional, dan sosial.
Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng., mengatakan pendidikan sejatinya merupakan proses memanusiakan manusia.
"Pendidikan bukan sekadar perjalanan untuk memperoleh gelar akademik. Pendidikan adalah proses membentuk pribadi yang utuh, yang tidak hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan serta mampu memberi arti bagi kehidupan di sekitarnya," ujarnya.
Menurut Andi, kualitas hidup tidak hanya ditentukan pencapaian ekonomi, tetapi juga kemampuan beradaptasi, menjaga keseimbangan hidup, membangun relasi sosial, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Pendidikan bekerja seperti akar yang menguatkan pohon kehidupan manusia. Ia memperluas akses terhadap kesempatan, menumbuhkan rasa percaya diri, memperkuat kendali atas masa depan, dan menghadirkan kapasitas untuk menghadapi kompleksitas hidup," katanya.
Pandangan tersebut menjadi dasar slogan Universitas Mercu Buana, "Education to Improve Quality of Life," yang menempatkan pendidikan sebagai kekuatan transformasional.
Untuk mendukung visi tersebut, UMB memperkuat digitalisasi layanan akademik, memperluas kolaborasi industri, serta menyediakan fasilitas penunjang seperti sports center dengan lapangan mini soccer, basket, voli, hall bulutangkis, dan jogging track.
Menurut Andi, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan integritas.
"Yang akan menjadi pembeda di masa depan bukan hanya ijazah yang dimiliki, melainkan karakter yang dijaga, kompetensi yang ditampilkan, dan keberanian untuk mengambil peran secara nyata," kata dia.
Dalam kesempatan itu, UMB juga memaparkan sejumlah capaian institusional. Kampus tersebut menempati peringkat ke-9 perguruan tinggi swasta terbaik nasional versi Webometrics 2025.
Terakreditasi Unggul
Di bidang Business & Management, UMB meraih peringkat ke-3 nasional versi AD Scientific Index 2026, serta berada di posisi ke-52 Asia dan ke-442 dunia.
Selain memiliki 10 program studi terakreditasi Unggul, universitas tersebut juga menyalurkan ratusan beasiswa dan menjalin kerja sama dengan lebih dari 690 institusi nasional maupun internasional.
Dampak Peningkatan Kualitas Hidup
Andi menegaskan, seluruh capaian itu diarahkan agar pendidikan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas hidup mahasiswa dan lulusan.
"Pendidikan yang sesungguhnya adalah ketika ilmu tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menjelma menjadi tindakan yang membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa," tuturnya.