Rano Ungkap Potensi: Ikan Sapu-sapu Bisa Jadi Arang, DKI Ikuti Jejak Brasil
Langkah ini diharapkan tidak hanya mengatasi populasi ikan invasif di perairan ibu kota, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang baru dalam pengelolaan lingkungan dengan menjajaki pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai guna, meniru praktik sukses yang telah diterapkan di Brasil. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengatasi populasi ikan invasif di perairan ibu kota, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan pihaknya saat ini tengah menjajaki inovasi yang telah diterapkan di Brasil, di mana ikan sapu-sapu dapat diolah menjadi bahan lain, bahkan menjadi arang.
"Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brazil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brazil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang. Nah, itu kemarin saya kirim kepada dinas LH. ‘Coba kita bikin seperti ini’,” kata Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/4).
Alternatif Solusi
Menurut dia, temuan tersebut menjadi alternatif solusi dalam menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta yang selama ini menimbulkan persoalan lingkungan.
Di sisi lain, Rano mengakui penanganan awal ikan sapu-sapu yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta masih memiliki kekurangan, termasuk dalam proses pemusnahan ikan yang dinilai belum optimal hingga dikritik Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Jadi artinya kemarin itu kan baru pertama kali. Kita juga kaget, lho. Jumlah ikan sapu-sapu yang tertangkap sekian ton itu kaget kita kan," kata dia.
Prosedur Penanganan
Rano menyampaikan, ke depan prosedur penanganan akan diperbaiki, termasuk memastikan ikan dalam kondisi mati sebelum diproses lebih lanjut.
"Tapi mungkin kemarin istilahnya penguburannya kan banyak yang belum mati segala macam. Untuk itu mungkin kita akan nanti kita benahi sajalah," ujar Rano.
Ia menyebut bahwa, penanganan ikan sapu-sapu merupakan bagian dari program yang akan terus dilanjutkan karena dampak yang ditimbulkan terhadap ekosistem perairan cukup besar.
“Karena memang ini adalah satu program yang harus kita lakukan, kenapa dilakukan itu, banyak sekali masalah yang dihadapi oleh ikan sapu-sapu ini. Nah makanya, coba kita lakukan sesuatu,” ucapnya.
Ia juga memastikan dalam operasi berikutnya, metode penanganan akan disesuaikan, termasuk kemungkinan memanfaatkan teknologi pengolahan agar lebih efektif dan tidak menimbulkan polemik baru.