Hari Bumi, Pangdam Jaya Pimpin Pembersihan Ikan Sapu-Sapu dari Setu Babakan
Kegiatan ini merupakan lanjutan kedua dalam program Jaga Jakarta–Jaga Bumi.
Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi memimpin aksi pembersihan ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan dalam rangka momentum Hari Bumi. Kegiatan ini merupakan lanjutan kedua dalam program Jaga Jakarta–Jaga Bumi.
Aksi tersebut melibatkan sekitar 100 personel Koramil jajaran Kodim 0504/Jakarta Selatan, didampingi Danrem 051 serta jajaran terkait lainnya. Dalam kegiatan kali ini, sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari perairan. Selain itu, dilakukan pula pelepasan 500 bibit ikan ke habitat setempat.
Secara kumulatif dari dua kali pelaksanaan kegiatan, lebih dari 400 kilogram ikan invasif telah berhasil dikendalikan, sementara lebih dari 1.000 bibit ikan telah ditebar guna memperkuat populasi ikan lokal. Dalam acara itu Pangdam Jaya juga didampingi influencer lingkungan Arif Kamarudin.
Pangdam Jaya menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kolaboratif yang berkelanjutan dalam menjaga lingkungan.
“Momentum Hari Bumi ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin Setu Babakan bukan sekadar objek wisata, tapi ekosistem yang sehat bagi ikan lokal dan nyaman bagi masyarakat Jakarta. Melalui Jaga Jayakarta–Jaga Bumi, kita bergerak bersama, dari aksi kecil yang berdampak besar,” ujar Letjen TNI Deddy Suryadi dalam siaran pers Pendam Jaya, Jumat (17/4/2026).
Ancaman Ikan Sapu-Sapu bagi Ekosistem
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang mampu berkembang biak dengan cepat dan mendominasi hingga lebih dari 70 persen populasi di suatu perairan. Keberadaannya tidak hanya menekan populasi ikan lokal, tetapi juga merusak struktur dasar perairan.
Ikan ini dapat mengikis sedimentasi, menyebabkan air menjadi keruh, menurunkan kadar oksigen, serta mengganggu siklus reproduksi biota lain.
"Sebagai bagian dari pengelolaan berkelanjutan, ikan sapu-sapu yang telah diangkat tidak dibuang begitu saja. Ikan-ikan tersebut dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, serta diolah oleh komunitas setempat agar tetap memiliki nilai guna".
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.