Progres 85 Persen, Sekolah Rakyat Tanjungpinang Siap Jadi Solusi Pendidikan Gratis, Ini Faktanya!
Persiapan Sekolah Rakyat Tanjungpinang telah mencapai 85 persen. Simak bagaimana program pendidikan gratis berbasis asrama ini siap mengubah masa depan anak-anak kurang mampu!
Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Progres persiapan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat (SR) rintisan 1C di daerah tersebut kini telah mencapai 85 persen. Program ini dirancang sebagai solusi pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, menjelaskan bahwa upaya percepatan terus dilakukan untuk merampungkan rehabilitasi gedung. SMPN 15 ditunjuk sebagai lokasi sementara program SR tahap pertama, sembari menunggu pembangunan gedung permanen di kawasan Bukit Manuk. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mewujudkan pemerataan pendidikan.
Zulhidayat mengonfirmasi bahwa perbaikan sarana dan prasarana gedung SR hingga awal September 2025 sudah mencapai 85 persen. Program SR rintisan ini dijadwalkan mulai berjalan pada September 2025, menandai babak baru dalam upaya Pemkot Tanjungpinang menyediakan pendidikan berkualitas tanpa biaya bagi mereka yang membutuhkan. Kehadiran program ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Mematangkan Persiapan Sarana dan Sumber Daya Sekolah Rakyat Tanjungpinang
Pemkot Tanjungpinang tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mematangkan persiapan sumber daya manusia untuk Sekolah Rakyat. Program ini akan menjadi boarding school yang komprehensif, membutuhkan berbagai tenaga pendukung. Persiapan ini mencakup pengusulan calon tenaga pendidik serta staf pendukung lainnya.
Berbagai posisi yang disiapkan meliputi tenaga tata usaha, operator dapodik, bendahara sekolah, wali asrama, wali asuh, dan tenaga kesehatan. Mereka akan berasal dari pemerintah daerah melalui redistribusi penugasan PNS. Selain itu, tenaga outsourcing seperti keamanan, juru masak, dan cleaning service juga akan direkrut untuk memastikan operasional berjalan lancar.
Meski progres fisik dan persiapan SDM telah mencapai tahap lanjut, Pemkot Tanjungpinang masih menunggu penetapan Surat Keputusan (SK) dari pemerintah pusat. SK ini penting untuk jadwal pelaksanaan resmi program SR rintisan. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk memastikan legalitas dan kelancaran program yang sangat dinantikan ini.
Fokus Seleksi Peserta Didik Berbasis Kebutuhan
Untuk tahap awal, program Sekolah Rakyat Tanjungpinang akan menyasar 100 orang peserta didik. Rinciannya adalah 50 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 25 siswa SMA, yang akan dibagi dalam empat rombongan belajar (rombel). Calon siswa SR rintisan 1C ini telah ditetapkan melalui SK Wali Kota Tanjungpinang, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam seleksi.
Proses seleksi calon siswa SR dilakukan dengan sangat ketat dan berlapis. Calon siswa telah diverifikasi dan divalidasi oleh Dinas Sosial bersama pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial di seluruh kelurahan se-Kota Tanjungpinang. Prioritas diberikan kepada anak usia sekolah dari keluarga miskin yang masuk desil I dan II dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Tahapan seleksi meliputi verifikasi administrasi untuk memastikan status desil DTSEN, kunjungan rumah, dan wawancara dengan orang tua. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan pendidikan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan. Sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Dinas Kesehatan melalui puskesmas terdekat juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta didik SR rintisan 1C Tanjungpinang.
Sumber: AntaraNews