Prada Lucky Tewas Dianiaya, Puan Minta TNI Evaluasi agar Kekerasan Tak Terulang
Puan mengapresiasi langkah penyelidikan dan menegaskan proses hukum harus adil dan transparan.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kasus tewasnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo yang diduga menjadi korban kekerasan oleh seniornya. Puan menegaskan perlunya evaluasi mendalam agar kekerasan di lingkungan TNI tak kembali terjadi.
"Hal tersebut tentu saja jangan sampai terulang lagi. Hubungan senior dan junior jangan didasarkan pada tindak kekerasan, namun saling hormat dan menghargai," tegas Puan di Gedung DPR, Senin (11/8/2025).
Prada Lucky, yang baru dua bulan lulus pendidikan dan bertugas di Batalion Pembangunan 843 Wakanga Mere, NTT, ditemukan tewas 6 Agustus 2025 dengan luka lebam, sayatan, dan ada bekas sundutan rokok.
Aparat menetapkan 4 prajurit sebagai tersangka, sementara 16 lainnya diperiksa. Puan mengapresiasi langkah penyelidikan dan menegaskan proses hukum harus adil dan transparan.
Ia juga menekankan, pemberian hukuman juga penting agar memberikan efek jera dan harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan mekanisme di institusi TNI.
"Apa yang menjadi penyebab dan bagaimana nantinya harus diberikan hukuman jera yang sebaik-baiknya. Dan mekanisme yang ada harus dievaluasi jangan sampai terulang lagi," pungkasnya.