Dorong Ekosistem KEK Palu, LNG Resmi Gandeng PT Bangun Palu Sulawesi Tengah

Kehadiran infrastruktur energi yang memadai diharapkan menjadi magnet bagi para pelaku usaha lainnya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Dorong Ekosistem KEK Palu, LNG Resmi Gandeng PT Bangun Palu Sulawesi Tengah
Dorong Ekosistem KEK Palu, LNG Resmi Gandeng PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (Nur Habibie)

Pemerintah Kota Palu terus memacu daya tarik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dengan memperkuat infrastruktur pendukung (utility). Langkah strategis ini ditandai dengan kesepakatan pemanfaatan lahan untuk pembangunan jaringan gas (jargas) dan listrik di kawasan tersebut.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyatakan, masuknya investasi baru ini menjadi sinyal positif bagi iklim bisnis di wilayahnya. Kehadiran infrastruktur energi yang memadai diharapkan menjadi magnet bagi para pelaku usaha lainnya.

"Kalau kami pemerintah, tentunya harapannya adalah dengan masuknya investasi ini akan semakin membuka peluang investasi-investasi lain untuk masuk. Karena jika investasi ini masuk, hal tersebut menunjukkan bahwa Palu memiliki ruang dan peluang investasi yang baik," ujar Hadianto di Fairmont Jakarta, Sabtu (18/4).

Hadianto menekankan, ketersediaan suplai energi merupakan kebutuhan fundamental bagi industri di KEK. Ia optimistis, beroperasinya infrastruktur gas ini akan memberikan dampak domino bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"Salah satu hal yang dibutuhkan adalah bagaimana suplai energi yang cukup. Ketika ini bisa beroperasi nantinya, pastinya akan menyokong Kawasan Ekonomi Khusus Kota Palu akan semakin berkembang," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) Sony Panukma Widianto mengungkapkan, fokus pengelola saat ini adalah membenahi aspek fundamental kawasan. Ia mengakui, fasilitas utilitas di KEK Palu masih kurang optimal.

"Kami sadari secara fundamental memang utility di KEK Palu kurang optimal. Oleh sebab itu fokus kami sekarang adalah membenahi utilitas termasuk gas, listrik, air, dan infrastruktur sipil" ujar Sony.

Dalam kerja sama ini, PT Lingkar Nusantara Gas (LNG) bertindak sebagai investor yang akan membangun infrastruktur gas dan listrik. Pihak BUMD nantinya akan mendapatkan keuntungan melalui skema biaya layanan (fee) dari para penyewa kawasan.

"Investornya mereka, mereka akan mengembangkan infrastruktur di kawasan untuk gas dan listrik nanti ke depannya. Kami nanti dengan mitra-mitra tenan-tenan yang sudah ada, kami akan menginformasikan kepada mereka bahwa sekarang ada utilitas yang harganya lebih kompetitif," jelas Sony.

Selain itu, Direktur PT Lingkar Nusantara Gas, Leonard Hastabrata memaparkan, proyek tahap awal ini difokuskan pada pembangunan jaringan gas dengan nilai investasi mencapai puluhan juta dolar. Infrastruktur ini akan menghubungkan sumber energi dari Morowali menuju KEK Palu.

"Investasi kurang lebih sekitar 20 juta USD, yang Jargas aja ya," ungkap Leonard saat menjelaskan nilai proyek tahap awal tersebut.

Leonard menyampaikan, pasokan gas akan diambil dari proyek di Morowali yang kemudian didistribusikan ke tenan-tenan di kawasan. Targetnya, kapasitas pengiriman gas mencapai 10 MMSCFD untuk memenuhi kebutuhan operasional industri.

"Kita rencanakan perharinya itu sekitar 10 MMSCFD. Jadi nanti kita ambil dari Morowali, kita kirimkan ke KEK Palu," ucap Leonard.

Pembangunan fisik proyek ini direncanakan mulai berjalan tahun ini dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2027. Selain jaringan pipa, PT Lingkar Nusantara Gas juga berencana membangun terminal penerima (receiving terminal) dan fasilitas regasifikasi.

"Kita rencanakan di tahun ini untuk mulainya dan akan selesai di 2027. Karena kita harus align dengan CIMC sebagai mitra kami," pungkas Leonard.

Dengan adanya kepastian suplai energi gas ini, Pemerintah Kota Palu menargetkan realisasi investasi di kawasan tersebut mampu menembus angka Rp500 miliar.

Integrasi infrastruktur energi ini diyakini akan melengkapi ekosistem industri yang lebih efisien dan kompetitif di wilayah Indonesia Timur.

Rekomendasi