Polisi Tembak Kurir 13,3 Kg Sabu Sembunyikan Narkoba di Perumahan Elit
Dari hasil operasi tersebut ditangkap enam orang pengedar yakni MS, AMM, WS, ANS, AG, dan BF dan dua kurir yakni ARP (20) dan SLP (20).
Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar Makassar menangkap delapan orang kurir dan pengedar narkoba jenis sabu. Delapan orang ini menyembunyikan sabu di salah satu perumahan elit di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Komisaris Besar Arya Perdana mengatakan pengungkapan peredaran narkoba jenis sabu seberat 13,3 kilogram (Kg) hasil dari operasi yang dilakukan sejak Juli-Agustus 2025. Dari hasil operasi tersebut ditangkap enam orang pengedar yakni MS, AMM, WS, ANS, AG, dan BF dan dua kurir yakni ARP (20) dan SLP (20).
"Delapan orang ditangkap di lokasi berbeda. Namun, sebagian ditangkap di kawasan perumahan elite Royal Spring, yang lokasinya di perbatasan (Kota Makassar dan Gowa)," ujarnya kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Jumat (22/8).
Mantan Kapolres Metro Depok ini mengaku ada dua orang terpaksa ditembak bagian kaki karena mencoba melawan saat akan dilakukan penangkapan. Arya menyebut dua orang yang ditembak ternyata tercatat sebagai warga dari Jawa Barat.
"Dua orang (ditembak). Yang orang luar Makassar hanya dua orang tadi, dari Jawa Barat," sebutnya.
Narkoba dari Tiongkok
Arya menjelaskan, narkoba tersebut masuk dari luar negeri melalui jalur penyelundupan yang rapi. Arya menyebut sabu tersebut berasal dari Tiongkok.
"Jadi pengedar narkoba ini bawa sabu dari Cina, masuknya ke Kalimantan terus jalur laut masuk ke Sulawesi. Itu rute yang biasa, tidak mungkin masuk lewat pesawat karena rawan," ucapnya.
Menurut Arya, jaringan ini kerap memanfaatkan pelabuhan tikus untuk menghindari pengawasan aparat.
"Ini melalui pelabuhan-pelabuhan tikus. Kalau tadi (kurir) ada yang dari Jawa Barat sesuai dengan petunjuk dari atasannya mereka," sambung Arya.
Kurir lokal juga dilibatkan karena lebih mengenal wilayah sekitar sehingga memudahkan distribusi.
"Karena mungkin supaya tidak ketahuan, kaki-kakinya itu dari sini (kurir) karena dia yang tahu wilayah," ucapnya.
Arya menambahkan, lima laporan polisi masuk sepanjang Juli hingga Agustus 2025 dengan total barang bukti mencapai 13,3 kilogram.
"Total yang diamankan ada 5 laporan polisi mulai dari Juli sampai sekarang, ada 13,3 kilogram yang diamankan," pungkasnya.