Polisi Tangani Kasus Ledakan Petasan di Nganjuk, Dua Remaja Luka Serius
Dua remaja di Nganjuk mengalami luka serius akibat ledakan petasan yang diracik sendiri. Polisi kini tengah menyelidiki kasus ledakan petasan Nganjuk ini untuk mengungkap asal muasal bahan berbahaya tersebut.
Aparat Kepolisian Resor Nganjuk, Jawa Timur, sedang menangani kasus ledakan yang diduga berasal dari petasan di Desa Drenges, Kecamatan Kertosono. Insiden ini menyebabkan dua remaja mengalami luka-luka serius dan kini dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (9/3) malam, ketika empat remaja sedang meracik bahan petasan di belakang kandang sapi milik warga setempat. Lokasi kejadian tepatnya berada di Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi menjelaskan, para remaja tersebut berkumpul untuk meracik obat mercon yang sebelumnya sudah dicampur. Bahan petasan ini didapatkan dengan cara membeli, dan disimpan di rumah salah satu remaja.
Detik-detik Ledakan Petasan dan Kondisi Korban
AKP Fajar Kurniadi mengemukakan bahwa kronologi bermula saat remaja berinisial AB, MA, dan FF berkumpul di rumah SP di Dusun Jabon. Mereka datang untuk mengambil obat mercon yang sebelumnya telah dicampur dan disimpan di rumah AB.
Ketika keempat remaja tersebut sedang fokus meracik bahan pembuat petasan, insiden tak terduga terjadi. Bahan-bahan tersebut secara tiba-tiba meledak, padahal proses peracikan belum selesai sepenuhnya.
Dua remaja, AB dan SP, menjadi korban paling parah dalam kejadian ini, mengalami luka yang cukup serius. Mereka menderita luka pada bagian perut, wajah, hingga area mata akibat dampak ledakan.
Kondisi AB dan SP yang memerlukan penanganan khusus membuat keduanya harus dirawat secara intensif di rumah sakit di wilayah Nganjuk. Sementara itu, dua remaja lainnya, FF dan MA, hanya mengalami luka ringan dan telah menjalani rawat jalan.
Penyelidikan Polisi dan Peringatan Bahaya Petasan
Saat ini, FF dan MA masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan. Mereka diperiksa terkait asal-usul pembelian bahan petasan serta detail kronologi awal kejadian.
Kepada polisi, para remaja tersebut mengaku tidak menyangka bahwa musibah ledakan petasan ini akan terjadi. Mereka awalnya hanya berniat membuat petasan dengan bahan-bahan yang sudah diracik, termasuk obat petasan yang dibeli.
Bahan-bahan tersebut, bersama dengan gulungan kertas yang akan dijadikan selongsong petasan, sudah disiapkan. Diduga kuat, proses pembuatan petasan yang dilakukan dengan cara dipukul menjadi pemicu utama terjadinya ledakan yang membahayakan.
Sebagai langkah pengamanan, area lokasi ledakan di sekitar kandang sapi telah diberi garis polisi. Petugas juga mengimbau masyarakat luas untuk tidak membuat petasan dan menggunakan bahan berbahaya lainnya, karena risiko cedera serius tidak hanya mengancam diri sendiri tetapi juga orang lain.
Sumber: AntaraNews