Kepolisian Resor Grobogan, Jawa Tengah, sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa ledakan petasan di sebuah rumah warga. Insiden ini terjadi di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (20/3) sore.
Ledakan tersebut mengakibatkan satu orang mengalami luka serius dan saat ini masih dalam perawatan medis. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak merakit petasan secara mandiri karena berisiko tinggi terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto, menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dan kronologi kejadian. Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak berwajib dalam memberikan informasi yang relevan.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Insiden Ledakan Petasan Grobogan
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa ledakan diduga berasal dari racikan petasan yang dibuat di rumah warga tersebut. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di kediaman Muanam, orang tua korban.
Ledakan terjadi saat korban, Muhammad Nur Attamimi (19), sedang mengisi bahan petasan ke dalam cetakan. Diduga kuat, gesekan yang timbul saat proses penutupan cetakan dengan cara dipukul menjadi pemicu utama ledakan.
Saksi mata yang berada di rumah mendengar suara ledakan keras dari dalam kamar. Saat dicek, korban sudah ditemukan dalam kondisi terluka parah akibat insiden ini.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Akibat ledakan petasan Grobogan tersebut, Muhammad Nur Attamimi (19) mengalami luka bakar derajat dua di bagian wajah dan leher, dengan luas sekitar 4,5 persen. Kondisi ini memerlukan penanganan medis intensif.
Selain luka bakar, korban juga mengalami patah tulang pada lengan kiri, serta luka lecet di beberapa bagian tubuh. Lebam pada kedua mata juga terlihat, menunjukkan dampak serius dari ledakan.
Warga segera membawa korban ke Klinik Medika Farma di Desa Jeketro untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena tingkat keparahan lukanya, korban kemudian dirujuk ke RSUD Raden Soedjati Purwodadi guna penanganan lebih lanjut dan perawatan yang lebih komprehensif.
Advertisement
Advertisement
Penyelidikan dan Imbauan Kepolisian
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan pembuatan petasan. Barang-barang tersebut meliputi sisa bahan kimia, cetakan mercon, serta serpihan material yang diakibatkan oleh ledakan.
Peristiwa ini juga menyebabkan kerusakan material yang signifikan pada bangunan rumah. Bagian dinding rumah dilaporkan jebol, sementara atap dan lantai mengalami kerusakan parah.
Kerugian materiil akibat ledakan petasan Grobogan ini ditaksir mencapai Rp5 juta. Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto kembali menegaskan imbauan kepada masyarakat untuk tidak merakit petasan secara mandiri karena bahaya yang mengancam keselamatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews